Salat gerhana bulan jadi pembelajaran bagi anak-anak di Malang

Salat gerhana bulan jadi pembelajaran bagi anak-anak di Malang
PERISTIWA » MALANG | 31 Januari 2018 23:08 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Sejumlah masjid di Malang, Jawa Timur menggelar salat sunat gerhana bulan secara berjemaah. Warga dengan antusias berbondong-bondong menuju masjid terdekat.

Takmir Masjid Syuhada, Muclish Ridwan mengatakan, sudah menyampaikan pengumuman pelaksanaan salat sunat kepada jemaah sejak beberapa hari lalu. Salat dimulai pukul 20.00 WIB dan dilanjutkan khutbah.

Sebelum salat digelar, takmir memberikan pengumuman tentang pelaksanaan salat gerhana. Karena memang, salat gerhana berbeda dengan salat fardlu atau salat sunat lainnya.

"Salat khusuf (gerhana) berbeda dengan salat fardu dan salat sunat lainnya. Setiap rakaat ada dua bacaan Alfatihah, dua pembacaan surah dan dua kali rukuk. Salat dilaksanakan dalam dua rakaat," kata Muchlish menjelaskan di Masjid Syuhada Karanglo Indah, Kota Malang, Rabu (31/1).

Dia menambahkan, salat sunat gerhana bulan saat ini merupakan kesempatan yang baik dan langka. Karena memang fenomenanya terjadi dalam 100 tahun sekali. "Alhamdulillah kalau hari ini, kita dapat melaksanakannya," katanya.

Pelaksanaan salat gerhana bulan menjadi pembelajaran bagi anak-anak. Karenanya banyak siswa sekolah dasar (SD) yang turut tekun mengikuti salat dan khotbah.

Anak-anak mengaku mendapatkan tugas dari sekolah masing-masing agar ikut menjalankan salat sunat gerhana.

"Disuruh sekolah sama disuruh ibu untuk salat gerhana bulan ke masjid," kata Harizky Putranto yang mengaku sempat kebingungan saat mengikuti salat jemaah.

Pengakuan serupa juga disampaikan Argananta, siswa kelas V SD Muhammadiyah 4 Kota Malang. Ia mengaku diminta sekolah agar mengikuti salat gerhana.

"Tadi sudah diberitahu, jadi tidak keliru," katanya.

Muhammad Yossi, Kepala Sekolah Sekolah Dasar (SD) Islam Insan Permata Kota Malang mengaku, mengimbau murid-muridnya agar mengikuti salat gerhana. Imbauannya, agar bersama-sama keluarga bisa ikut salat jemaah di masjid terdekat.

"Bisa bersama keluarga ke masjid terdekat, tidak di sekolahan memang," katanya.

Lewat pelaksanaan salat gerhana, kata Yossi, selain anak-anak bisa mengetahui pelaksanaan salatnya, juga dapat memahami kejadian alam. Anak-anak juga mendapat penjelasan tentang adab saat terjadi gerhana.

Sementara itu cuaca Kota Malang sendiri sejak petang sudah diselimuti mendung dan hujan gerimis. Sehingga warga Malang tidak bisa melihat secara langsung detik-detik gerhana bulan. (mdk/bal)

Baca juga:
Hujan, warga Solo tak bisa saksikan gerhana bulan meski pakai teropong
Pemandangan menakjubkan supermoon di sejumlah kota di dunia
Kekhusyukan warga menjalani salat gerhana di Monas
Antusias warga saksikan gerhana bulan total di Planetarium
Menyaksikan tahap-tahap terbentuknya gerhana bulan total dari Planetarium

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami