Salat Id di Surabaya akan Dibatasi 15 Persen Kapasitas Masjid

Salat Id di Surabaya akan Dibatasi 15 Persen Kapasitas Masjid
Salat Idulfitri. ©2020 Liputan6.com/Immanuel Antonius
PERISTIWA | 12 Mei 2021 12:28 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Pelaksanaan Salat Idulfitri 1442 Hijriah di sejumlah kawasan Kota Surabaya, Jawa Timur, yang dinyatakan zona oranye COVID-19 pada Kamis (13/5) dibatasi jumlah umat hanya 15 persen dari total kapasitas tempat ibadah.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Rabu, mengaku bersama jajaran Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut datangnya Idulfitri 1442 Hijriah.

"Salah satunya, kami memperbolehkan warga menggelar Salat Idulfitri dengan mengacu pada zonasi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) skala mikro atau per kelurahan," katanya dilansir Antara.

Adapun kawasan atau kelurahan yang masuk zona oranye berdasarkan data laman lawancovid-19.surabaya.go.id yang terkini, sejak 10 Mei 2021 hingga saat ini ada empat kelurahan meliputi Kelurahan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, Kelurahan Gading, Kecamatan Tambaksari, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Tandes, dan Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo.

Kelurahan yang masuk zona merah, tidak ada, zona kuning sebanyak 53 kelurahan, dan zona hijau sebanyak 97 kelurahan.

Menurut Eri, apabila dalam satu wilayah kelurahan itu berkategori zona kuning dan hijau maka warga dapat melakukan Salat Id secara jamaah dengan kapasitas terbatas, yakni 50 persen dan protokol kesehatan (prokes) ketat, sedangkan untuk zona oranye 15 persen.

"Sehingga semakin banyak titik lokasi tempat salat itu lebih baik karena tidak kerumunan," ujarnya.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya pada kesempatan sebelumnya memastikan Salat Idulfitri 1422 Hijriah yang digelar Muhammadiyah di 95 lokasi di Kota Surabaya pada Kamis (13/5) sesuai protokol kesehatan yang ketat.

"Shalat Id yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah, baik di masjid, halaman, dan tanah lapang, insyaallah akan sesuai dengan prokes ketat," kata Sekretaris PD Muhammadiyah Kota Surabaya yang juga Ketua Muhammadiyah COVID-19 Command Center Surabaya M. Arif An.

Ia mengimbau masyarakat luas yang akan melaksanakan Salat Id agar memakai masker, membawa sajadah sendiri, membawa tas keresek untuk sandal, memakai baju lengan panjang, dan sudah berwudu dari rumah masing-masing, serta senantiasa menjauhi kerumunan jamaah.

"Protokol kesehatan itu tidak dapat dilakukan dengan sempurna kalau tanpa ada kesadaran dari kita semua," katanya. (mdk/ray)

Baca juga:
Wapres Ma'ruf Amin akan Salat Id di Rumah Dinas
Jemaah Naqsabandiyah di Sumut Salat Id Hari ini
Gunakan Perhitungan Khumasi, Ribuan Warga di Jember Salat Idul Fitri Hari Ini
121 Ribu Narapidana Terima Remisi Khusus Idulfitri 2021, 550 Langsung Bebas
Kisah Para Porter: Berharap Rezeki dari Mereka yang Datang dan Pergi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami