Salurkan Bantuan Banjir Sultra, Kemensos Alami Kendala saat Masuki Wilayah Konawe

PERISTIWA » MAKASSAR | 16 Juni 2019 19:32 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Banjir merendam sebagian wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kementerian Sosial terus melakukan pengiriman dan penyaluran bantuan untuk korban bencana banjir di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara.

"Bantuan logistik tahap pertama sudah mengalir ke Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kabupaten Kolaka Timur semoga dapat meringankan beban warga terdampak bencana banjir," jelas Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Minggu (16/6). Seperti dilansir Antara.

Mensos mengatakan bantuan tersebut dikirim dari Gudang Regional Timur di Makassar ke Dinas Sosial Provinsi Sultra. Selanjutnya dinsos provinsi mengirimkan bantuan ke dinas sosial kabupaten sesuai dengan permintaan dan kebutuhan masing-masing daerah.

Selain bantuan dalam bentuk logistik, lanjut Menteri, Kementerian Sosial juga telah menerjunkan Tim Layanan Dukungan Psikososial dan Tim Layanan Dapur Umum di sejumlah titik terdampak banjir.

"Salah satunya di Posko Pengungsian di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara. Sebanyak 35 Tagana Provinsi Sultra dan dibantu Tagana Kabupaten Konawe Utara mendirikan dapur umum yang melekat dengan layanan dukungan psikososial," tuturnya.

Dapur Umum melayani kebutuhan makan pengungsi dan relawan kebencanaan yang menyiapkan 2.700 porsi makanan sekali makan untuk melayani lebih dari 1.500 pengungsi.

Sementara untuk LDP bagi pengungsi khususnya anak-anak, layanan diberikan oleh Tim LDP Kementerian Sosial, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan relawan lainnya.

"Tim juga melakukan pendataan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, bayi dan balita. Untuk korban lansia, kami membentuk shelter lapangan lanjut usia di lokasi banjir untuk memberikan pelayanan bagi lansia berupa pelayanan kesehatan dasar, dukungan psikososial dan pendataan serta assesmen kebutuhan," katanya.

Penyaluran bantuan ke lokasi banjir menghadapi tantang terutama karena banjir masih belum surut dan beberapa jembatan terputus.

"Perjalanan dari Dinas sosial Provinsi Sultra ke Kabupaten Konawe ditempuh selama tiga sampai empat jam. Biasanya satu jam dalam kondisi tidak banjir. Tantangannya karena banjir masih menggenangi hingga setinggi pinggang orang dewasa," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat.

Di Konawe misalnya, lanjut Dirjen, banjir belum surut di Kecamatan Pondidaha dan Kecamatan Wonggeduku sehingga ada kalanya kendaraan harus berjalan sangat pelan atau bahkan berputar arah mencari jalan alternatif.

Baca juga:
Sepekan Lebih, Banjir di Samarinda Mulai Surut
Warga Korban Banjir di Samarinda Mulai Terserang Gatal-gatal
Darurat Banjir Samarinda, Gubernur Kaltim Kucurkan Rp2,5 Miliar
Samarinda Berpotensi Tenggelam 20 Tahun Lagi
TNI & Polri Akan Tambah Pasukan Bantu Korban Banjir di Samarinda

(mdk/ded)