Sampah Medis Berisi Alat Suntik-Bulu Hewan Ditemukan di Jalan Protokol Solo

PERISTIWA | 11 Desember 2019 16:50 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Warga Solo dikejutkan dengan ditemukannya tumpukan sampah medis yang dibuang di tepi Jalan Slamet Riyadi. Seperti diketahui, Jalan Slamet Riyadi merupakan jalur protokol di Kota Bengawan.

Informasi yang dihimpun, tumpukan sampah tersebut teridentifikasi berasal dari Klinik Hewan UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Sampah berupa suntikan, kaus tangan dan masker tersebut ditemukan di jalur hijau depan klinik milik Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Surakarta, Jalan Slamet Riyadi, nomor 386, Solo.

Saat dibaca lebih dekat, terdapat kertas bertuliskan UPT Puskeswan Dinas Pertanian dalam tumpukan sampah itu. Sampah klinik juga terdapat sejumlah bulu binatang yang diduga anjing atau kucing.

"Kami tidak mengetahui siapa yang membuang sampah seperti itu. Karena ada tulisannya seperti itu berarti memang dari sini," ujar Kepala UPT Puskeswan, Agus Sasmito, Rabu (11/12).

1 dari 1 halaman

Kendati demikian, dia menyangkal jika pihaknya sengaja membuang sampah-sampah tersebut di sana. Dia mengaku, hingga saat ini belum memiliki prosedur operasional standar terkait penanganan sampah.

Selama ini, untuk sampah suntikan, pihaknya sudah menggunakan wadah khusus. Namun untuk sampah lain tetap dibuang di tempat sampah biasa.

Untuk suntikan, lanjut dia, biasanya dimasukkan ke kotak kuning yang disediakan di setiap ruangan. Kotak tersebut baru akan penuh setelah satu bulan. Sampah itu kemudian dibakar di belakang bangunan.

"Kami sudah dipanggil oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kami dimintai klarifikasi dan dibina agar mengelola sampah klinik hewan sesuai prosedur," katanya.

Kepala DLH Surakarta Sri Wardhani Poerbowidjojo meminta agar Puskeswan bekerja sama dengan pihak lain yang memiliki izin mengolah sampah medis. Karena hal yang sama juga dilakukan di klinik ataupun sebagian besar rumah sakit di Solo.

"Tetap harus diolah pihak ketiga, meskipun hanya klinik hewan. Kita sudah sampaikan agar nantinya klinik hewan juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengolah limbah medis," tutupnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Warga Pasar Minggu Keluhkan Lokasi Pembuangan Sampah
Makam Sampah di TPU Ibu Kota
Tragis, Rusa di Thailand Mati dengan Perut Berisi Plastik dan Pakaian Dalam
Aktivis Relawan Sekolah Bersih-Bersih Sampah di Bundaran HI
Puluhan Pegawai Jasa Raharja Jadi Relawan Kebersihan di Pulau Pramuka

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.