Sandiaga Uno Paparkan Rencana Revitaliasi Pariwisata dengan Metode 3G

Sandiaga Uno Paparkan Rencana Revitaliasi Pariwisata dengan Metode 3G
Erick Thohir dan Sandiaga Uno Bertemu di Banyuwangi. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 24 Oktober 2021 01:33 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memaparkan tiga komponen keberhasilan revitalisasi sektor pariwisata melalui metode yang disebut 3G, yang terdiri dari Gercep, Geber, dan Gaspol.

"Gercep adalah kependekan dari gerak cepat, yang berarti bahwa pemimpin harus memiliki kemampuan untuk memutuskan solusi yang cukup baik dengan cepat daripada menunda-nunda untuk solusi yang sempurna," kata Sandiaga Uno saat menjadi pembicara dalam kuliah umum secara daring di Master of Business Administration (MBA) ITB Kampus Jakarta dilansir Antara, Sabtu (23/10).

Metode Geber, kependekan dari gerak bersama, menekankan pentingnya bekerjasama dan beradaptasi terhadap keadaan baru.

"Terakhir, Gaspol mendorong para pemimpin untuk bekerja pada semua faktor potensial untuk sukses," kata Sandiaga.

Dia juga menjelaskan bahwa pemimpin harus tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Dalam kuliam umum daring tersebut, Sandiaga juga membahas pentingnya kepemimpinan dan kemampuan beradaptasi di masa krisis.

Dia memaparkan pengalamannya selama 10 bulan terakhir terkait industri pariwisata Indonesia di masa pandemi, termasuk permasalahan yang dihadapi dan solusi yang terbentuk.

Dia mengatakan dengan meringkas secara singkat dampak COVID-19 pada industri pariwisata dan bagaimana hal itu memaksa pemerintah untuk beradaptasi.

"Dengan pandemi, kita mengalami banyak inovasi luar biasa seperti vaksin, yang dikembangkan dengan cepat untuk mengurangi pandemi,” kata Sandiaga di depan 200 mahasiswa MBA yang hadir.

Menurut Sandiaga, ada empat elemen penting untuk merespons krisis pengakuan, ketahanan, reformulasi, dan reaktivasi.

Dia menekankan bahwa para pemimpin harus mengenali faktor VUCA (volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, ambiguitas) dalam setiap situasi, membangun ketahanan terhadap kebutuhan yang paling mendesak, merumuskan kembali solusi untuk menghidupkan kembali industri dan mengaktifkan kembali langkah-langkah baru untuk diterapkan dalam masyarakat.

Lebih lanjut, Sandiaga menekankan betapa pentingnya bagi para pemimpin untuk memahami dan menganalisis dengan menggunakan Big Data untuk mendukung keputusan mereka.

Menggunakan big data dapat bermanfaat bagi para pemimpin, karena mereka menyediakan strategi publikasi seperti mengkolaborasikan pesan dengan merek.

Dia memaparkan kepada hadirin dampak dari pandemi, termasuk penurunan 75 persen wisatawan internasional dan penurunan 81 persen wisatawan domestik. (mdk/ray)

Baca juga:
Mengunjungi Desa Wisata Kiringan di Bantul, Surga Pecinta Jamu Tradisional
Sandiaga Sebut Pendekatan Teknologi Bantu Pariwisata Indonesia Bangkit
32 Titik Wisata di Kepulauan Seribu Kembali Dibuka, Kapasitas 5.725 Orang
Polisi Pertimbangkan Terapkan Ganjil Genap di Jalur Wisata Banyumas
20 Sapi Jawa Ikut Promosikan Wisata di Solo

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami