Saran Romahurmuziy untuk Guru Agama Islam Cegah Radikalisme di Kalangan Pelajar

PERISTIWA | 22 November 2018 03:06 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Umum PPP yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) M Romahurmuziy, memberi saran, agar guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia bisa menangkal radikalisme. Salah satunya paham dan menguasai teknologi informasi termasuk media sosial, karena paham tersebut banyak masuk melalui ranah tersebut.

Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara di Diskusi Panel Sarasehan Nasional para Guru Pendidikan Agama Islam di Bekasi, Rabu (21/11).

"Saat ini, paham tersebut menyerang melalui berbagai cara dan berbagai lini. Di antaranya melalui radio, televisi, juga media sosial," ucap pria yang akrab disapa Romi itu.

Dia menegaskan, tantangan utama bangsa Indonesia saat ini, salah satunya adalah munculnya paham radikalisme yang dibawa oleh gerakan-gerakan mengatasnamakan Islam serta menyasar melalui berbagai cara. Salah satunya yang paling sering terpapar ada kalangan pelajar.

Sebagai negara yang mayoritas berpenduduk Islam, kata Romi, Indonesia juga dijadikan sebagai laboratorium gerakan-gerakan Islam.

"Persoalannya adalah, apakah kita bisa memilah mana gerakan yang bermuatan politis, dan mana gerakan yang berbahaya dan membawa paham radikalisme. Itulah pentingnya pendidikan Islam yang benar, yang didasarkan nilai-nilai kelembutan," ungkap Romi.

Karenanya, masih kata dia, guru-guru PAI inilah yang akan menjadi filter dan juga bisa menetralisir paham-paham yang dianggap bisa memecah belah bangsa ini.

"Tentu saja kita tidak ingin menjadi seperti Negara Suriah yang hancur dikarenakan pertikaian sektarian yang disebabkan oleh paham-paham yang radikal," jelas Romi.

Selain itu, dia meminta kepada para guru PAI agar menyampaikan Islam adalah agama yang penuh kelembutan. "Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, yang membawa kedamaian dan kasih sayang, bukan agama yang mengajarkan kekerasan dan radikalisme," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber : Liputan6.com

Baca juga:
Fadli Nilai Pengumuman BIN soal Masjid Terpapar Radikal Bikin Kegaduhan Baru
Fahri Hamzah Kritik BIN Tak Usah Jumpa Pers, Cukup Laporkan ke Presiden
PKS Nilai Pernyataan BIN Soal Penceramah Radikal Timbulkan Saling Curiga
BIN Benarkan BNPT: 39 Persen Mahasiswa di Tujuh Kampus Negeri Simpati Radikalisme
Penjelasan BIN Soal 41 Masjid Terpapar Radikalisme dan 50 Penceramah Radikal

(mdk/bal)