Sarinah, Saksi Bisu Kericuhan 22 Mei dan Sosok Perempuan Dihormati Soekarno

PERISTIWA | 23 Mei 2019 11:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Para perusuh bertindak anarkis di depan Gedung Bawaslu Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sejak 21 Mei lalu. Berbagai fasilitas dirusak dan dibakar massa, termasuk pos polisi. Mobil serta motor juga menjadi sasaran.

Salah satu yang cukup mencolok, yakni tulisan 'Sarinah' berwarna merah kini tinggal tersisa 'inah'. Huruf 'sar' nya menghilang. Tulisan itu berada di pojokan tepat di Jalan Wahid Hasyim dan Jalan MH Thamrin.

Para perusak, tahukah Anda siapa sosok Sarinah?

Sarinah bukan siapa-siapa. Dia hanya wanita desa yang menumpang pada pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Sarinah tidak digaji atau dibayar. Dia tinggal dan ikut makan di rumah keluarga itu dan membantu mengasuh Soekarno kecil.

Soekarno kecil sangat dekat dengan Sarinah. Mungkin Soekarno lebih dekat pada Sarinah daripada ibunya sendiri.

Sarinah menemani Soekarno kecil bermain, makan dan tidur. Dia menceritakan dongeng pada Soekarno sebelum tidur. Soekarno mengaku dari Sarinah pula dirinya diajari mencintai rakyat kecil.

"Karno, pertama engkau harus mencintai ibumu. Kemudian, kamu harus mencintai rakyat jelata. Engkau harus mencintai manusia umumnya." Itu kata-kata Sarinah yang terus diulang-ulang dan mengisi hati dan pikiran Soekarno muda.

1.bp.blogspot.com

Setelah kemerdekaan, Soekarno memberikan kursus pada wanita. Soekarno mengajarkan peran wanita dalam berjuang dan berpolitik. Soekarno mengajarkan menjadi wanita bukan berarti harus selalu berada di belakang pria.

Kumpulan materi soal kursus ini akhirnya dibukukan. Soekarno memberi judul buku ini 'Sarinah, kewadjiban wanita dalam perdjoeangan Repoeblik Indonesia'. Buku ini ditulis tahun 1963 dan diterbitkan Panitia Penerbit Buku-buku Karangan Presiden Soekarno, isinya 329 halaman.

"Apa sebab saya namakan kitab ini Sarinah? Saya namakan Kitab ini Sarinah sebagai tanda terima kasih saya kepada pengasuh ketika saya masih kanak-kanak. Pengasuh saya itu bernama Sarinah. Dia mbok saya. Dia membantu ibu saya, dari dia saya menerima banyak rasa cinta, dan rasa kasih."

"Dari dia, saya mendapat banyak pelajaran mencintai orang kecil. Dia sendiri pun orang kecil. Tetapi budinya selalu besar."

"Moga-moga Tuhan membalas kebaikan Sarinah." Demikian tulisan Soekarno dalam kata pengantar buku itu.

Soekarno pun kemudian memberi nama toko serba ada pertama di Indonesia dengan nama Sarinah. Begitu hormatnya Soekarno pada sosok wanita pengasuh tersebut.

Baca juga:
Usai Demo 22 Mei, Sarinah Tinggal Menyisakan Inah
Perdagangan Indonesia Anjlok Usai Aksi 22 Mei
Aksi 22 Mei, Menko Darmin Pastikan Ekonomi Aman
Sarinah Tutup Ada Aksi 22 Mei, Berpotensi Rugi Rp1 Miliar
Pukul Mundur Demo Bawaslu Berujung Ricuh, Polri Pastikan Tak Dibekali Senpi

(mdk/did)