Satgas Covid-19: 76 Persen Kasus di Indonesia Didominasi Varian Delta

Satgas Covid-19: 76 Persen Kasus di Indonesia Didominasi Varian Delta
Isolasi mandiri pasien Covid-19 di Stadion Patriot. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
NEWS | 4 Agustus 2021 14:43 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Kepala Sub Bidang Tracing Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dr Koesmedi Priharto mengatakan Indonesia hampir 76 persen telah didominasi Covid-19 varian Delta.

"Yang banyak di Indonesia adalah varian Delta. Hampir 76 persen didominasi varian Delta tersebut. Pada prinsipnya tetap saja bahwa virus itu merupakan self limiting deseas," kata Koesmedi dalam dialog produktif 'Kenal dan Cegah Varian Baru Virus Covid-19' secara daring di Jakarta, Rabu (4/8).

Dia mengatakan bahwa varian Delta dapat lebih cepat menular dan memiliki daya tembus yang kuat, sehingga dapat mempercepat persebaran virus.

Dia menjelaskan terjadinya persebaran cepat varian Delta juga disebabkan perilaku manusia dari suatu wilayah tersebut sehingga penyakit ini merupakan penyakit head to head atau penularan dari orang ke orang.

"Ketika manusia berperilaku baik, maka turun jumlah angka yang menular tersebut. Tetapi bila perilaku manusia di wilayah itu jelek, maka angka itu akan meningkat," kata dia.

Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Ede Surya Darmawan mengatakan varian Delta tidak memiliki gejala spesifik yang berbeda dengan varian-varian sebelumnya.

"Sebenarnya kalau untuk gejala varian Delta dengan varian lain itu tidak ada bedanya ya. Artinya yang diserang masih organ pernapasan dari mulai hidung sampai ke paru-paru,” kata dia.

Namun, dia mengatakan hal yang perlu diwaspadai adalah kondisi pasien yang terpapar tersebut, terutama mereka yang memiliki penyakit bawaan.

"Covid-19 itu terkenal dengan istilah great imitater atau kemampuan meniru dan memperburuk kondisi yang ada sehingga posisi ini harus dipahami oleh masyarakat,” kata dia.

Dia mengimbau seluruh masyarakat yang terkena gejala untuk segera melakukan isolasi mandiri di dalam rumah dan secepatnya melakukan pengetesan.

"Secepatnya lakukan testing. Supaya kondisinya itu saat dites masih segar dan bugar, dengan demikian mempermudah penanganan. Berikutnya dengan isolasi mandiri di rumah itu untuk menghindari penularan kepada anggota keluarga yang lain,” kata dia. Dikutip Antara. (mdk/gil)

Baca juga:
Warga Wuhan Tes Massal Corona Varian Delta
Lansia di China Ditangkap karena Dituduh Pemicu Menyebarnya Varian Delta
Korea Selatan Catat Dua Kasus Covid-19 Varian Delta Plus
Infeksi Covid-19 Varian Delta di Antara Orang yang Divaksinasi Kemungkinan Menular
Penyebaran Covid-19 di Antara Orang yang Divaksinasi Bisa Picu Munculnya Varian Baru
Varian Delta Picu Lonjakan Covid-19 di AS, Kasus Harian Capai 72.000

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami