Satgas Covid-19 Catat Mobilitas Warga dengan KA Meningkat H-3 Larangan Mudik

Satgas Covid-19 Catat Mobilitas Warga dengan KA Meningkat H-3 Larangan Mudik
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Pasar Senen. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
PERISTIWA | 9 Mei 2021 19:05 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Pemerintah melarang masyarakat mudik untuk merayakan Lebaran Idulfitri 2021 sejak 6 hingga 17 Mei 2021. Larangan mudik ini bertujuan menekan mobilitas masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19.

Namun, sebagian masyarakat justru melakukan perjalanan sebelum jadwal larangan mudik yang ditetapkan pemerintah. Peningkatan mobilitas ini terjadi pada transportasi kereta api (KA).

"Ketika kita lihat grafik di sini pada masa prakondisi larangan mudik dalam beberapa hari terakhir terutama 3 hari menuju larangan mudik diterapkan terjadi kenaikan jumlah orang yang bepergian menggunakan kereta api," kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Minggu (9/5).

Dewi membeberkan, ada empat provinsi yang mencatat kenaikan mobilitas masyarakat dengan kereta api tertinggi jelang larangan mudik 2021. Yakni Jawa Tengah 62.163 penumpang, DKI Jakarta 36.373 penumpang, Jawa Timur 20.169 penumpang dan DI Yogyakarta 15.574 penumpang.

"Jadi pada saat penetapan larangan mudik diberlakukan sejak 6 Mei mobilitas justru sangat turun atau drop di semua daerah, di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, Jawa Timur," ujarnya.

Sebelumnya, Dewi mengatakan mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan jelang Lebaran Idulfitri 2021 juga meningkat. Bahkan dalam tujuh hari terakhir, mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan meningkat sebesar 24,60 persen.

"Tujuh hari terakhir yakni 28 April sampai 5 Mei 2021, 31 provinsi mengalami kenaikan mobilitas dengan rata-rata kanaikan 24,60 persen," katanya.

Menurut Dewi, ada lima provinsi di Indonesia yang memiliki mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan tertinggi. Yaitu, Maluku Utara 84 persen, Bengkulu 53 persen, Sulawesi Tenggara 51 persen, Sulawesi Barat 50 persen dan Gorontalo 50 persen.

Sementara 29 provinsi lainnya mencatat mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan di bawah 45 persen. Yakni, Sumatera Barat 42 persen, Kalimantan Utara 40 persen, Lampung 40 persen, Jambi 40 persen, Sulawesi Tengah 40 persen dan Sulawesi Selatan 38 persen.

Kemudian Papua Barat 35 persen, Maluku 34 persen, Jawa Tengah 34 persen, Jawa Barat 33 persen, Aceh 32 persen dan Nusa Tenggara Timur 31 persen. Berikutnya, Nusa Tenggara Barat 31 persen, Kalimantan Timur 31 persen, Kalimantan Tengah 30 persen, Jawa Timur 30 persen, Kepulauan Bangka Belitung 26 persen dan Sulawesi Utara 24 persen.

Selanjutnya, Riau 24 persen, Sumatera Utara 23 persen, Banten 23 persen, Kalimantan Selatan 22 persen, Papua 15 persen, DKI Jakarta 14 persen, Kepulauan Riau 13 persen dan DI Yogyakarta 6 persen.

"Kalau kita lihat rata-rata provinsi mengalami kenaikan 11 persen pada tujuh hari terakhir dengan rentang kenaikan paling kecil tiga persen dan paling tinggi bahkan mencapai 40 persen dalam tujuh hari," jelasnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Sambangi Pelabuhan Merak, Puan Minta Distribusi Logistik Lebaran Tak Terganggu
Kawasan Wisata Ancol Dibuka Terbatas Selama Libur Lebaran 2021
Usai Viral Pemudik Motor Terobos Pos Penyekatan, Polisi Tambah Personel Penjagaan
Survei KedaiKOPI: 43,9% Warga Tidak Akan Isolasi Mandiri Saat Tiba di Kampung Halaman
H-5 Lebaran, 450.117 Kendaraan Sudah Tinggalkan Jabodetabek
Kapolri Instruksikan Anak Buah Perketat Penyekatan Pemudik, Waspada Malam Hari

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami