Satgas Covid-19 Minta 3.830 Kasus Hitam Dibawa ke Isolasi Terpusat

Satgas Covid-19 Minta 3.830 Kasus Hitam Dibawa ke Isolasi Terpusat
Rumah isolasi terpusat di Bekasi. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 14 September 2021 18:02 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Pemerintah menemukan 3.830 orang dengan kategori kasus hitam masih melakukan mobilitas. Kasus hitam menandakan pasien positif Covid-19 atau kontak erat dengan kasus positif Covid-19.

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito meminta Satgas fasilitas publik segera merujuk 3.830 orang tersebut ke isolasi terpusat.

"Pemerintah berkomitmen dengan kerja sama bersama Satgas di fasilitas publik untuk segera merujuk orang yang terjaring atau masuk kategori hitam atau tergolong positif atau memiliki kontak erat untuk segera dipindahkan ke fasilitas isolasi terpusat terdekat," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Selasa (7/9).

Satgas fasilitas publik telah dibentuk pada 1 September 2021. Satgas ini melibatkan pengelola atau petugas pada fasilitas publik, asosiasi atau ikatan pengelola fasilitas publik, dan Satgas Covid-19 Daerah (Duta Perubahan Perilaku atau Relawan).

Satgas fasilitas publik terdapat di sebelas kelompok aktivitas masyarakat yaitu aktivitas ekonomi dan belanja, aktivitas hiburan dan olahraga, aktivitas penyediaan akomodasi, dan aktivitas pelayanan kesehatan. Kemudian aktivitas transportasi, aktivitas kerja, aktivitas pendidikan, aktivitas sosial, aktivitas penegakan hukum, aktivitas energi dan lingkungan, dan aktivitas keagamaan.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui 3.830 orang masuk kategori kasus hitam terdeteksi masih melakukan mobilisasi. Hal itu terekam dalam aplikasi PeduliLindungi.

"Kita bisa lihat surprisingly tetap aja ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam, hitam itu artinya positif Covid tapi masih jalan-jalan," katanya saat rapat dengan Komisi IX DPR RI, Senin (13/9).

Dia menjelaskan, sebanyak 3.000 orang masih jalan-jalan ke mal, 43 orang masuk bandara dan 63 orang bepergian dengan kereta, serta 55 orang ke restoran.

Budi menyesalkan masih ada orang-orang yang positif Covid-19 tetapi tidak melakukan isolasi.

"Padahal orang-orang ini adalah orang-orang yang sudah teridentifikasi positif Covid yang harusnya stay di rumah atau isolasi terpusat," tegasnya.

Ia mengatakan, pihaknya bisa melacak pergerakan orang yang positif Covid-19 tersebut dan segera mengambil tindakan untuk melakukan isolasi.

"Dengan demikian kita bisa melacak mereka dan memastikan mereka segera kita ambil untuk kita lakukan isolasi," tutup Budi. (mdk/ded)

Baca juga:
Penelitian: Suntikan Dosis Ketiga Vaksin Covid-19 Tidak Perlu
Satgas Covid-19: Pintu Masuk Negara Harus Diperhatikan dan Diperketat
Aksi Badut Jemput Warga untuk Vaksin Covid-19
Kemenkes Perbarui PeduliLindungi untuk Pemegang Sertifikat Vaksin Luar Negeri
Update Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Per 14 September 2021
Puan: Jangan Kendor Meski Penularan Covid-19 Terus Melandai

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami