Satgas Covid-19: Mutasi Virus Hal Lazim Ditemui dalam Masa Pandemi

Satgas Covid-19: Mutasi Virus Hal Lazim Ditemui dalam Masa Pandemi
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. ©2020 kemenkes
PERISTIWA | 5 Maret 2021 07:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan ditemukannya strain virus baru Covid-19 merupakan hal lazim. Varian baru Covid-19 telah masuk ke Indonesia dari dua WNI usai datang dari Arab Saudi.

“Terjadinya mutasi virus atau varian baru virus adalah hal yang lazim ditemui dalam masa pandemi,” katanya lewat keterangan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3).

Wiku mengatakan hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mutasi tidak secara material mengubah virolensi atau kemampuan virus untuk menimbulkan penyakit. Begitu juga efektivitas vaksin secara signifikan.

"Namun, perlu diingat, semakin sedikit keberadaan mutasi virus, maka semakin efektif vaksin yang sedang kita kembangkan ini dapat bekerja dengan baik," jelasnya

Dia menjelaskan, varian dapat terus bertambah jika pandemi masih berlangsung. Sebab, banyaknya jumlah penularan yang terjadi di masyarakat. Mutasi yang dilakukan virus adalah upaya untuk bertahan hidup dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

“Mutasi adalah proses karena adanya kesalahan saat memperbanyak diri dan virus anakan tidak sama dengan induknya atau parental strain. Virus baru hasil mutasi tersebut akan menjadi varian. Lalu, jika varian menunjukkan sifat fisik yang baik dan jelas maupun sama serta berbeda dengan virus aslinya, maka varian akan disebut sebagai strain,” ucapnya.

Para peneliti di dunia termasuk di Indonesia terus meneliti mutasi dan varian baru yang muncul. Untuk mengetahui dampaknya dan solusi menghadapinya. Saat ini beberapa varian virus yang sudah ditemukan menyebar secara global, yakni varian B117 di Inggris, B1351 di Afrika Selatan yang merupakan hasil mutasi dari virus B117, dan varian P1 di wilayah Brazil.

“Pemerintah pun telah mengambil langkah-langkah strategis bekerjasama dengan para peneliti dan menginstruksikan petugas di lapangan untuk memperketat skrining demi mencegah masuknya varian baru dari negara lain, ataupun dari satu daerah ke daerah lain,” jelasnya.

Demi mencegah dampak negatif dari strain Covid-19 ini, dia mengimbau masyarakat harus tetap proaktif melindungi diri dan orang di sekitar.

“Dengan cara tidak melakukan mobilitas yang tidak perlu sehingga penularan dapat dicegah. Sehingga mutasi pun bisa dicegah untuk terjadi,” ucapnya.

Wiku juga mengingatkan upaya 3T dan bagi masyarakat berpartisipasi dalam program vaksinasi untuk menumbuhkan imunitas secara spesifik.

"Saya tidak akan lelah mengingatkan pentingnya protokol kesehatan, karena hal ini peting untuk dilakukan," pesan Wiku.

Reporter: Delvira Hutabarat (mdk/ray)

Baca juga:
Satgas Covid-19: 277 Kabupaten Zona Oranye Harus Segera Diperbaiki
Per 4 Maret: Total 9.259 Orang di Sultra Sembuh dari Covid-19
BPOM: Vaksin Covid-19 Harus Disimpan pada Suhu 2-8 Derajat Celsius
Kasus Aktif Covid-19 Menurun, Kepulauan Riau Menjadi Zona Kuning
30.337 Nakes Aceh Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami