Satgas Covid-19 Serahkan Bantuan Alat Kesehatan ke Pemprov Bali

Satgas Covid-19 Serahkan Bantuan Alat Kesehatan ke Pemprov Bali
PERISTIWA | 9 Oktober 2020 16:43 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka penanganan pandemi virus Corona. Bantuan tersebut berupa dua unit ventilator, 5.000 face shield, 15.000 alat pelindung diri (APD), 30.000 masker bedah, 10.000 masker N-95 dan 500.000 masker kain.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Pemerintah Pusat memberikan perhatian khusus terhadap Bali dalam penanganan Covid-19. Sebab, Bali merupakan salah satu dari 10 provinsi prioritas penanganan Covid-19.

"Bali dianggap bisa menjadi etalase dalam penanganan Covid-19 di Indonesia," ujar Koster, Jumat (8/10).

Koster memastikan, pihaknya akan berupaya keras untuk menekan laju peningkatan kasus positif Covid-19. Beberapa hari terakhir, kata dia, penanganan Covid-19 di Bali menunjukkan kemajuan yang cukup menggembirakan ditandai dengan angka kesembuhan meningkat tajam.

"Selain upaya-upaya teknis, kami juga terus melakukan upaya lain yang sesuai dengan kearifan lokal kami di Bali. Dan untuk itu, kami selalu meminta dukungan dari Pemerintah Pusat dan terutama dari Satgas Nasional. Semoga Bali bisa secepatnya terbebas dari pandemi ini," ujar Koster.

Sementara Kepala Satgas Nasional Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo mengatakan, Pemerintah Pusat melalui Satgas melakukan berbagai upaya untuk mendukung penuh sejumlah provinsi yang dianggap memiliki peningkatan kasus, termasuk Bali.

Menurut dia, sosialisasi disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) merupakan hal mendesak yang harus jadi prioritas setiap kepala daerah, baik melalui media massa ataupun media sosial.

"Satgas sendiri telah bekerjasama dengan Dewan Pers dan sejumlah media untuk mendukung dan mengisi program yang dalam hal ini berhubungan dengan perubahan perilaku masyarakat. Penyampaian informasi dengan kearifan lokal, dengan bahasa-bahasa setempat juga tak kalah penting karena sekali lagi pemahaman yang kurang akan berbahaya, tentang apa itu new normal, apa itu sosial distancing, dan lainnya," ujarnya.

"ini sangat berbahaya karena bukan ditularkan oleh hewan, tapi dari manusia ke manusia dan orang yang kemungkinan besar menularkan adalah orang terdekat, keluarga, kerabat, teman jadi harus dipahami betul masker, cuci tangan dan jaga jarak adalah prioritas untuk saat ini," sambung Doni.

Doni juga mengingatkan, bahwa sampai saat ini vaksin untuk Covid-19 belum ada. Jika pun vaksin Covid-19 sudah ada, distribusi kepada masyarakat tidak bisa dilakukan sekaligus melaikan harus secara bertahap.

"Jadi untuk saat ini, vaksin terbaik adalah patuh dan disiplin (protokol kesehatan). Sudah lebih dari satu juta orang yang meninggal di seluruh dunia, sudah lebih dari 35 juta orang terpapar. Sudah sangat banyak tenaga kesehatan kita yang gugur menjalankan tugasnya sebagai pahlawan kemanusiaan dan kita tidak ingin ini terus terjadi, sungguh tidak sebanding dengan kesadaran kita untuk mematuhi prokes," ujarnya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menambahkan, kasus aktif di Bali kini mencapai 1.179 orang. Sedangkan persentase kesembuhan Covid-19 mencapai angka 85,2 persen.

"Namun tentu harus ditekan lagi angka positifnya dengan perilaku yang harus diubah, lebih patuh dan disiplin," katanya.

(mdk/rnd)

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami