Satgas Covid-19 Ungkap Cara Mempertahankan Penurunan Covid-19 di Indonesia

Satgas Covid-19 Ungkap Cara Mempertahankan Penurunan Covid-19 di Indonesia
Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 15 September 2021 09:48 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan Indonesia baru saja melewati second wave atau puncak kedua pandemi pada Juli lalu. Sementara perkembangan kasus dunia sedang mengalami third wave atau puncak ketiga yang kurvanya perlahan melandai.

Dia berharap Indonesia mampu mempertahankan penurunan kasus Covid-19 sehingga tidak masuk ke dalam third wave seperti yang dialami beberapa negara di dunia.

"Tugas besar kita sekarang mempertahankan kurva yang tengah melandai ini," katanya, Rabu (15/9).

Wiku menyebut ada hal utama yang bisa dilakukan untuk mempertahankan penurunan kasus Covid-19 di Indonesia. Pertama sungguh-sungguh menerapkan protokol kesehatan seiring pembukaan aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Bila mempelajari perkembangan varian Delta yang terbukti lebih cepat menular baik di negara asalnya India dan Indonesia, menunjukkan butuh waktu di kedua negara untuk mencapai fase lonjakan.

Di India, varian Delta muncul sejak September 2020, namun lonjakan terjadi pada April 2021. Sementara di Indonesia, varian Delta ditemukan pada Januari 2021, namun lonjakan terjadi pada Juli 2021.

Ini menandakan bahwa lonjakan kasus terjadi bukan semata-mata karena varian Delta, tetapi akibat aktivitas sosial ekonomi masyarakat yang tidak diimbangi dengan protokol kesehatan ketat.

"Apabila kita mampu membatasi aktivitas sosial ekonomi, maka dampak dari varian tidak akan melonjak signifikan," ujarnya.

Kedua, belajar dari pola lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yang berselang 3 bulan dari dunia serta negara lain seperti India, Malaysia dan Jepang.

"Kita dapat belajar dari India mengingat kasusnya melandai dalam beberapa bulan terakhir," ucap Wiku.

Wiku kemudian memaparkan hasil pembelajaran terhadap periode lonjakan yang terjadi di masa pandemi Covid-19. Di dunia sejauh ini telah mengalami 3 puncak di tahun 2021. Masing-masing terjadi pada bulan Januari (pertama), April (kedua) dan Agustus hingga September (ketiga).

Negara penyumbang total kasus positif terbanyak di dunia, Amerika Serikat saat ini tengah mengalami third wave dan kurvanya perlahan melandai. Pola kenaikan kasus di Amerika Serikat, mirip pola kenaikan kasus dunia. Terutama pada kenaikan bulan Januari dan September di tahun 2021.

Terdapat sedikit perbedaan yang terjadi pada bulan April 2021, kasus Covid-19 dunia melonjak dan Amerika Serikat malah menurun. Jepang dan Malaysia memiliki pola kenaikan kasus serupa dengan dunia yakni terjadi kenaikan 3 kali lonjakan kasus pada Januari, April dan Agustus hingga September. Jepang sudah menurun, namun Malaysia masih berada di puncak ketiga.

Perkembangan kasus yang paling berbeda dengan negara-negara lainnya adalah di India yang mengalami lonjakan kasus pertama pada September 2020. Saat negara lain belum mengalami lonjakan pertama. Namun, pada tahun 2021, ketika negara lain mengalami puncak pertama, India malah menurun dan mengalami puncak kedua pada April 2021 sehingga menjadi penyumbang kasus tertinggi di dunia.

Namun, puncak kedua di India terus mengalami penurunan dan saat ini kurva kasusnya mendatar selama 2,5 bulan berturut-turut. Cukup berbeda dibandingkan dunia dan negara lain yang tengah mengalami kenaikan kasus.

Melihat pola Indonesia, mengalami periode puncak kasus sama dengan periode dunia, AS dan Jepang, yaitu pada Januari 2021. Namun uniknya, ketika dunia mengalami puncak kedua pada April, Indonesia mengalami pelandaian. Ketika Indonesia mengalami puncak kedua di Juli lalu, justru negara-negara lain dan dunia tidak mengalami kenaikan.

Pada September ini kasus Covid-19 di Indonesia terus melandai sementara kasus dunia mengalami third wave. Lonjakan kedua di Indonesia terjadi pada Juni hingga Juli lalu, menunjukkan bahwa meskipun Indonesia mengalami kenaikan kasus yang signifikan, namun tidak cukup signifikan berkontribusi untuk kenaikan kasus dunia.

Lonjakan kasus di Indonesia segera ditangani, sehingga dapat kembali melandai saat ini, ketika negara lain menunjukkan lonjakan ketiga. Ditambah lagi dengan jumlah penduduk Indonesia yang mirip AS, ternyata Indonesia jauh lebih kecil angkanya pada kasus positif harian dan jumlah kasus per 1 juta penduduk. Bahkan jumlah tersebut masih lebih kecil dibandingkan negara tetangga dengan jumlah penduduk lebih kecil.

"Perkembangan yang baik ini sudah sepatutnya diapresiasi. Karena menunjukkan ketahanan bangsa kita dalam menghadapi pandemi Covid-19. Saya berterimakasih kepada masyarakat, tenaga kesehatan yang tidak kenal lelah menangani pasien dan kerja sama yang baik seluruh kepala daerah," pungkas Wiku. (mdk/fik)

Baca juga:
Update Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran Per 15 September 2021
Pembukaan Bioskop di Jakarta Masih Pembahasan
Menkominfo: Mari Jaga Tren Penurunan Kasus Covid-19 Agar Perjuangan Tidak Sia-Sia
Kemenkes Perketat Pintu Masuk RI Jaring Pelaku Perjalanan Internasional Positif Covid
Pemerintah Menyusun Peta Jalan Transisi Pandemi Covid-19 Menuju Endemi
INFOGRAFIS: 3 Pertimbangan Penerapan Protokol Kesehatan Selama Pandemi Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami