Satgas Covid Tegaskan GeNose Tak Bisa Gantikan PCR

Satgas Covid Tegaskan GeNose Tak Bisa Gantikan PCR
Jubir Wiku Hari Ini di Istana Kepresidenan. ©2020 Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah
PERISTIWA | 28 Januari 2021 19:06 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Satuan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengizinkan penumpang kereta api non aglomerasi atau jarak jauh di wilayah Pulau Jawa menggunakan GeNose sebagai screening Covid-19. Keputusan ini tertuang dalam Surat Edaran No 5 Tahun 2021.

"Khusus moda kereta api jalur non aglomerasi ditambahkan adanya alternatif metode screening baru yaitu GeNose sebagai syarat perjalanan opsional selain PCR atau rapid test antigen," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (28/1).

Wiku mengingatkan, GeNose merupakan metode screening Covid-19. Karena itu, GeNose tak bisa menggantikan polymerase chain reaction (PCR) yang merupakan alat diagnostik.

"GeNose berfungsi untuk screening dan tidak bisa menggantikan PCR yang berfungsi sebagai diagnostik," tegasnya.

Mantan dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia ini mengatakan GeNose sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan sejak 24 Desember 2020. Penggunaan GeNose diharapkan menjadi opsi tambahan jika terjadi penumpukan pelaku perjalanan di stasiun kereta api.

"Mengingat perlu waktu singkat bagi alat ini untuk memberikan hasil dengan tingkat akurasinya mencapai 93 persen," sambungnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Fakta Terbaru GeNose, Siap Dipasang di Stasiun Hingga Syarat Tes
Ragam Karya Anak Bangsa Demi Selamatkan Indonesia dari Pandemi Corona
Pulo Gebang jadi Terminal Bus Pertama Gunakan GeNose, Tersedia Mulai 5 Februari 2021

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami