Satgas: Reinfeksi Cacar Monyet Bisa Terjadi saat Imunitas Tubuh Menurun

Satgas: Reinfeksi Cacar Monyet Bisa Terjadi saat Imunitas Tubuh Menurun
Antisipasi Cacar Monyet di Bandara Soekarno-Hatta. ©Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 5 Agustus 2022 23:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Satgas Monkeypox Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Hanny Nilasari mengatakan reinfeksi penyakit cacar monyet atau Monkeypox memungkinkan terjadi saat penurunan imunitas tubuh.

"Monkeypox hampir sama dengan infeksi virus lain. Apabila terinfeksi virus, pada saat itu ada gejala dan tubuh akan membentuk antibodi. Tubuh itu punya antibodi untuk masa tertentu, kecuali dia punya kondisi defisiensi imun tubuh, daya tahannya lemah makanya bisa reinfeksi berulang," kata Hanny Nilasari saat menyampaikan keterangan pers secara virtual yang diikuti dari Zoom di Jakarta, Jumat (5/8).

Hanny mengatakan virus cacar monyet termasuk dalam keluarga yang sama dengan virus cacar air atau Smallpox.

"Vaksin cacar yang diterima masyarakat pada periode penyuntikan 1970-1980an masih relevan untuk memberikan perlindungan dari risiko penularan Monkeypox," katanya.

Menurut Hanny, upaya perlindungan yang efektif dari pencegahan cacar monyet adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dikombinasikan dengan protokol kesehatan.

Berdasarkan penelitian kasus di sejumlah negara yang kini terjangkit cacar monyet, kata Hanny, umumnya dialami kelompok masyarakat pada komunitas tertentu seperti perilaku seksual sesama jenis maupun berhubungan seksual di luar nikah.

"Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 ketika dua wabah penyakit mirip cacar terjadi di koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian, dari sanalah nama Monkeypox diambil," katanya.

2 dari 2 halaman

Kasus manusia pertama dari Monkeypox tercatat pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo (DRC) selama periode upaya intensif untuk menghilangkan cacar.

Sejak itu, cacar monyet telah dilaporkan pada orang-orang di beberapa negara Afrika tengah dan barat lainnya. Ketika seseorang terkena infeksi virus Monkeypox, biasanya dibutuhkan setidaknya lima hingga 21 hari untuk mengembangkan gejalanya.

Sejumlah gejala yang berhubungan dengan cacar monyet antara lain demam, sakit kepala kronis, nyeri otot, sakit punggung, panas dingin dan batuk, serta ada pembengkakan kelenjar getah bening.

Beberapa gejala lain yang juga muncul ketika seseorang terkena infeksi virus Monkeypox adalah kulit melepuh dengan sedikit cairan, ruam berwarna merah. (mdk/ded)

Baca juga:
Kasus Cacar Monyet Melonjak, AS Nyatakan Kondisi Darurat Kesehatan
Kemenkes: Hasil Tes Sampel Pertama Suspek Cacar Monyet di Jateng Negatif
CEK FAKTA: Tidak Benar Cacar Monyet Bisa Menginfeksi Orang dari Jarak 8 KM
WHO: Kasus Cacar Monyet Tidak Terbatas Pada Kaum Gay Saja
Warga Pati Suspek Cacat Monyet, Dinkes Tunggu Hasil Tes Serum Darah
Kemenkes: Sampel Oropharings Pasien Suspek Monkeypox di Jateng Negatif

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini