Satgas Terus Gencarkan Sosilisasi Masif dan Konsisten Agar Masyarakat Mau Divaksinasi

Satgas Terus Gencarkan Sosilisasi Masif dan Konsisten Agar Masyarakat Mau Divaksinasi
Pemprov DKI Percepat Vaksinasi Dosis Kedua. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
NEWS | 3 Agustus 2021 14:47 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 20 persen warga tak mau divaksinasi. Satgas Penanganan Covid-19 terus menggencarkan sosialisasi vaksinasi yang masif dan memanfaatkan kekuatan posko Covid di berbagai daerah.

"Pemerintah akan terus menggiatkan upaya 3M+3T+ dan Vaksinasi melalui sosialisasi dan informasi yang masif, konsisten, dan menyentuh sampai ke akar rumput memanfaatkan kekuatan masyarakat yaitu Posko," kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito lewat pesan, Selasa (3/8).

Secara garis besar, sambung Wiku, Satgas melihat antusiasme masyarakat terkait vaksinasi cukup besar. Maka, pemerintah akan terus menambah ketersediaan vaksin.

"Antusiasme masyarakat terkait vaksinasi cukup besar dan saat ini fokus pemerintah terus menambah supply dosis vaksin sesuai kebutuhan nasional," ucapnya.

Meski demikian, ia tidak memungkiri ada sebagian masyarakat tidak mau vaksinasi. Penyebabnya, karena misinformasi terkait vaksin.

"Pemerintah tidak menutup mata ada saja beberapa sub populasi di masyarakat yang masih enggan untuk divaksin karena adanya misinformasi," tandasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar survei online terkait kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi Covid-19. Hasilnya, 20 persen warga tak mau divaksinasi.

"Itu alasannya karena khawatir dengan efek samping atau tidak percaya kepada efektivitas vaksin, itu mencapai 20 persen dari responden yang belum melakukan vaksin," kata Kepala BPS, Margo Yuwono dalam sesi teleconference, Senin (2/8).

Adapun survei BPS terhadap perilaku masyarakat selama pandemi Covid-19 ini digelar untuk 212.762 responden pada periode waktu 13-20 Juli 2021.

Dari jumlah tersebut, 55,2 persen responden merupakan perempuan, dan 44,8 persen pria. Jika dipilah secara area, mayoritas atau 71,3 persen responden berasal dari wilayah Jawa dan Bali, sedangkan 28,7 persen sisanya tinggal di luar Jawa dan Bali.

Adapun survei BPS terhadap perilaku masyarakat selama pandemi Covid-19 ini digelar untuk 212.762 responden pada periode waktu 13-20 Juli 2021.

Dari jumlah tersebut, 55,2 persen responden merupakan perempuan, dan 44,8 persen pria. Jika dipilah secara area, mayoritas atau 71,3 persen responden berasal dari wilayah Jawa dan Bali, sedangkan 28,7 persen sisanya tinggal di luar Jawa dan Bali. (mdk/lia)

Baca juga:
Ganjar Minta Pemerintah Pusat Gunakan Data Real Time Vaksinasi
Stok Vaksin Covid-19 Menipis, Pemkab Sleman Minta Tambahan Pasokan
Strategi Pemerintah Genjot Minat Masyarakat Ikut Vaksinasi Covid-19
Epidemiolog Desak Pemerintah Perbaiki Komunikasi Ajakan Vaksinasi Covid-19 ke Warga
Pengelola Benarkan Karyawan & Pengunjung PIM Wajib Tunjukkan Surat Vaksin Covid-19
Pakar: Vaksin Covid-19 untuk Hewan Harus Segera Dikembangkan

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami