Satgas: Vaksinasi Monkeypox Diprioritaskan untuk Nakes

Satgas: Vaksinasi Monkeypox Diprioritaskan untuk Nakes
Antisipasi Cacar Monyet di Bandara Soekarno-Hatta. ©Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 16 September 2022 23:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Satuan Tugas (Satgas) Monkeypox Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengatakan tenaga kesehatan (nakes) akan menjadi pihak yang diprioritaskan dalam pemberian vaksin Monkeypox.

“Indikasi atau prioritas dari pemberian vaksin ini adalah untuk orang-orang seperti tenaga kesehatan,” kata Ketua Satgas Monkeypox IDI Hanny Nilasari dalam Webinar Mengenal Penyakit Monkeypox & Penatalaksanaannya yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (16/9).

Hanny menuturkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, sudah memesan ribuan dosis vaksin Monkeypox sebagai bentuk antisipasi kasus menyebar secara luas sewaktu-waktu. Vaksin itu diperkirakan sampai di Indonesia pada bulan Desember 2022.

Alasan dijadikannya tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas adalah karena beberapa laporan dari kasus yang terjadi, tenaga kesehatan yang bekerja secara intensif di rumah sakit dan melakukan pemeriksaan di laboratorium telah terinfeksi virus Monkeypox (cacar monyet).

Oleh karenanya, sesuai dengan arahan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pula, untuk sementara waktu vaksin Monkeypox tidak akan diedarkan atau dapat diakses secara mudah oleh masyarakat umum.

2 dari 3 halaman

Meski tidak diedarkan dalam skala umum, pihak kedua yang menjadi prioritas pemberian vaksin Monkeypox adalah populasi berisiko tinggi seperti keluarga dari pasien yang tinggal di dalam satu rumah yang sama.

Pada kasus-kasus terkonfirmasi Monkeypox, Hanny menyebutkan bahwa tenaga kesehatan harus melakukan pengamatan kepada pasien sampai dengan kontak yang dilakukannya dengan anggota keluarga.

“Orang-orang yang ada di rumahnya dan pernah berkontak, itu juga diindikasikan untuk divaksinasi. Vaksin tidak mencegah terjadinya infeksi, tetapi tentunya akan meringankan apabila pasien mengalami infeksi virus ini,” katanya.

Pemberian vaksin selanjutnya ditujukan pada orang yang mengalami masalah pada sistem imun atau yang biasa disebut Immunocompromised. Dengan indikasi yang paling tepat untuk masa pemberian vaksin Monkeypox adalah pada hari keempat sampai hari ke 10.

“Kemudian orang-orang yang masuk dalam prioritas Immunocompromised dengan HIV, orang- orang yang melakukan kontak seksual, berganti-ganti pasangan menjadi prioritas untuk pemberian vaksin ini,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia telah memesan 2.000 dosis vaksin Monkeypox produksi Bavarian Nordic untuk melindungi masyarakat dari risiko penularan.

"Dari vaksinasi, kita sudah memesan vaksinnya 2.000 dosis dari Bavarian Nordic dibantu KBRI Denmark, karena ada vaksin Monkeypox di sana," kata Budi.

Sementara terkait pengobatan terhadap pasien Monkeypox, ia mengaku cukup dengan obat-obatan yang masih relevan dengan cacar biasa.

Namun, Budi menekankan yang terpenting adalah mengantisipasi agar virus Monkeypox tidak memicu infeksi lanjutan berupa penyakit Penumonia atau Meningitis.

(mdk/ded)

Baca juga:
Bio Farma Berencana Impor Tiga Vaksin Cacar Monyet, Ini Daftarnya
Inggris Temukan Varian Baru Cacar Monyet
Ini Tiga Strategi BPOM Pastikan Ketersediaan Vaksin dan Obat Monkeypox
Menkes: Pasien Monkeypox di Indonesia Sudah Sembuh
Belajar dari Covid-19, Pemprov DKI Diminta Buat Strategi Cegah Cacar Monyet
CEK FAKTA: Tidak Terbukti Nyamuk Menyebarkan Virus Cacar Monyet

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini