Satu Dari Enam Mahasiswa UHO Meninggal di Bombana Asal Maluku Utara

Satu Dari Enam Mahasiswa UHO Meninggal di Bombana Asal Maluku Utara
Ilustrasi mayat. ©2012 Merdeka.com
NEWS | 9 Juni 2021 14:33 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Satu dari enam mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang meninggal dunia setelah mobil minibus yang ditumpangi rombongan tersebut mengalami kecelakaan tunggal di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, pada Senin (7/6), berasal dari Provinsi Maluku Utara.

Sub Koordinator Hubungan Masyarakat (Humas) UHO Kendari, La Ode Hamdan Hakim, menjelaskan mahasiswa tersebut bernama Arsyad Arifudin, warga Desa Lede, Kabupaten Taliabo, Maluku Utara.

"Satu mahasiswa korban kecelakaan di Bombana itu berasal dari Provinsi Maluku Utara. Kita akan memfasilitasi kepulangan jenazah menggunakan pesawat," kata Hamdan. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (9/6).

Ia menjelaskan, almarhum Arsyad Arifudin merupakan satu dari sembilan mahasiswa D3 Teknik Mesin UHO Kendari angkatan 2018 yang mengalami kecelakaan tunggal usai melakukan kunjungan lapangan di perusahaan gula di daerah Bombana pada Senin (7/6) lalu.

Mobil yang ditumpangi ke sembilan mahasiswa tersebut mengalami pecah ban di Jalan Poros, Kelurahan Lemeroro, Kecamatan Rumbia, Bombana akibatnya mobil yang mereka tumpangi menabrak sebuah pohon.

Dari sembilan orang yang menumpangi mobil minibus tersebut, lima orang lainnya meninggal di tempat, sementara empat orang lainnya kritis.

Lalu, pada Selasa (8/6) satu mahasiswa bernama Dede Marwan asal Kabupaten Konawe Kepulauan yang sebelumnya kritis meninggal di perjalanan saat dirujuk dari Rumah Sakti Bombana ke Rumah Sakit Bahtermas Kendari.

Enam mahasiswa D3 Teknik Mesin, UHO yang meninggal tersebut, yakni Olaf Cahyadi (19) asal Desa Saralae, Kecamatan Kulisusu, Buton Utara; Syawaludin (19) asal Desa Kafofo, Kecamatan Kuntukowuna, Kabupaten Muna.

Berikutnya, Risky Adrianus (20) asal Desa Wentulasi Kecamatan Wakorumba, Buton Utara; Indra Taufik (20) asal Desa Laiba, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna; Arsyad Arifudin (23) asal Desa Lede, Kabupaten Taliabo, Maluku Utara; serta Dede Marwan (20) asal Wawoni, Kabupaten Konawe Kepulauan.

Sementara tiga korban lainnya masih menjalani perawatan di RS Bahtermas Kendari yakni Zakaria Ramadhan (20) asal Desa Lindo, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat; Rifal Khafi Gama (21) asal Desa Lampeapi Baru, Kecamatan Wawonii Tengah, Kabupaten Konawe Kepulauan; dan Nirwan Paliki (21) asal Keluarahan Wua-wua, Kota Kendari.

Hamdan menegaskan pihak universitas sepenuhnya akan memberikan perhatian kepada para mahasiswa D3 Teknik Mesin angkatan 2018 yang mengalami insiden kecelaan di Bombana usai melakukan kunjungan lapangan di pabrik gula daerah itu.

Bahkan selain membiayai pemulangan keenam jenazah, kata dia, pihak kampus juga akan membiayai tiga orang lainnya yang saat ini sedang menjalani perawatan medis di RS Bahteramas Kendari.

"Civitas akademika itu sangat terpukul dengan kejadian ini. Pokoknya, Rektor UHO bertanggung jawab," demikian La Ode Hamdan Hakim. (mdk/lia)

Baca juga:
Mahasiswa UHO Meninggal Akibat Kecelakaan Bertambah Jadi 6 Orang
Minibus Kecelakaan Tunggal di Bombana, 5 Mahasiswa UHO Meninggal
Jelang Subuh, Honda Jazz Terbalik usai Tabrak Pembatas Jalan di Simpang Semanggi
Mobil Dikendarai Tabrak Pria hingga Meninggal, Pegawai Dinas Pertamanan DKI Tersangka
Sedang Olahraga, Seorang Pria Tewas Tertabrak Mobil Dinas Pertamanan DKI
Viral Mobil Nyemplung ke Danau Toba hingga Telan Korban Jiwa, Ini Faktanya

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami