Satu Keluarga Terpapar Covid-19, Wali Kota Bekasi Bantah Karena Salat Id Berjamaah

Satu Keluarga Terpapar Covid-19, Wali Kota Bekasi Bantah Karena Salat Id Berjamaah
PERISTIWA | 26 Mei 2020 17:41 Reporter : Adi Nugroho

Merdeka.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menampik informasi yang menyebutkan satu keluarga di Perumnas 1, Kayuringin, Bekasi Selatan, terpapar virus corona karena ikut salat Idulfitri berjamaah di masjid pada Minggu (24/5).

"Sebenarnya bukan salat id. Itu sudah ada, dia sakit," kata Rahmat Effendi pada Selasa (26/5).

"Bukan karena shalat Id. Ditambah-tambahin (info beredar) ya," tambahnya.

Menurutnya, wilayah pasien sebelumnya adalah zona hijau. Karena itu, mendapatkan izin dari pemerintah untuk menggelar salat Id berjamaah. Tapi, dengan adanya temuan baru ini, maka kelurahan Kayuringin Jaya menjadi zona merah.

"Ada 51 kelurahan yang hijau, turun satu di Kayuringin menjadi 50 yang hijau sekarang. Enggak sampai 10 persen yang merah, tinggal enam kelurahan," kata dia.

Pemerintah sudah mengambil tindakan. Semua anggota keluarga sudah dilakukan test PCR atau Swab. Empat orang pasien baru tersebut dijemput pada Senin malam menggunakan ambulans. Sekarang berada di RSUD Kota Bekasi untuk menjalani perawatan medis.

"Jadi kita tidak perlu khawatir akan kasus baru, kita semua tim medis sudah bergerak di RT/RW," kata dia.

Adapun data terkini jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi sebanyak 295, rinciannya 235 dinyatakan sembuh, 31 pasien meninggal dunia, dan 29 masih dalam perawatan di rumah sakit. Jumlah kasus yang diunggah hari ini, lebih banyak dibandingkan H-1 lebaran yaitu 288.

Sebelumnya viral di media sosial, ambulans menjemput sekeluarga pasien terpapar Covid-19. Dalam video tersebut dinarasikan pasien tertular virus setelah mengikuti salat id berjamaah di masjid. (mdk/noe)

Baca juga:
Palsukan SIKM, Terancam Denda Rp12 miliar dan Hukuman 12 tahun Penjara
Besok, PNS Kemenko Perekonomian Mulai Kembali Bekerja di Kantor
AP II Akan Periksa Surat Izin Keluar Masuk Penumpang di Bandara Soekarno Hatta
23.165 Kasus Covid-19 di Indonesia, Penambahan Terbanyak di DKI dan Jawa Timur
Mahfud: Lockdown pernah Dilakukan di Masa Lalu dengan Istilah Berbeda
Pedagang Berstatus PDP Meninggal, Operasional Pasar di Palembang akan Dievaluasi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5