Sebar Hoaks BLT, Ibu Muda di Gorontalo Dijemput Polisi

Sebar Hoaks BLT, Ibu Muda di Gorontalo Dijemput Polisi
PERISTIWA | 24 Mei 2020 03:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - FA, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Tomulobutao Selatan, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo dijemput Polisi. Penyebabnya, dia mengunggah hoaks Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui media sosial Facebook.

Ibu dua anak itu harus berurusan dengan hukum lantaran postingan di akun Facebook miliknya dinilai tak sesuai fakta alias hoaks. Perempuan berusia 30 tahun itu mengunggah narasi indikasi permainan dalam penyaluran bantuan di Kelurahan Tomulobutao Selatan.

FA heran karena dirinya sebagai penerima BLT, tetapi akan ditukar dengan bantuan sembako. Sementara yang sudah menerima bantuan sembako tidak bisa lagi menerima BLT.

Posting itu lalu diunggah FA di grup Facebook Portal Gorontalo. FA juga turut mengunggah daftar penerima BLT di wilayah Kelurahan Tomulubutao Selatan. Akan tetapi isi unggahan yang ditulis FA dianggap hoaks.

Mengantisipasi munculnya gejolak sosial akibat unggahan tersebut, pemerintah Kelurahan Tomulobutao Selatan, bersama Bhabinkamtibmas Tomulobutao Selatan, bersama anggota lainnya mendatangi kediaman FA.

Kapolsek Dungingi, IPDA M.Atmal Fauzi menjelaskan, FA dibawa ke Mapolsek Dungingi terkait unggahan soal BLT di akun Facebook miliknya.

"Postingan tersebut di posting hari Selasa, tanggal 19 Mei 2020 dengan menggunakan handphone milik FA," kata Kapolsek.

Atmal menuturkan, ada dua postingan yang diunggah. Pertama adalah FA sebagai penerima BLT namun dialihkan sebagai penerima sembako dan seakan akan ada permainan di kelurahan. Sementara postingan kedua FA mengunggah foto yang berisi nama-nama penerima bantuan.

"Di depan lurah beserta aparat kelurahan FA meminta maaf atas perbuatannya. Yakni telah menuduh lurah beserta aparat tidak transparan dan terkesan ada permainan," ujar Ipda Atmal.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Desmont Harjendro mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menerima dan memberikan informasi melalui media sosial (medsos).

"Saya imbau agar masyarakat lebih bijak dan hati-hati untuk menggunakan media sosial. Kiranya lebih bijak lagi dalam menerima dan memberi informasi," ucapnya.

Reporter: Arfandi Ibrahim
Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Baca juga:
Sebar Hoaks BLT, Ibu Muda di Gorontalo Dijemput Polisi
Di Balik Bansos Corona, Mereka yang Tidak Mengeluh Meski Tak Tersentuh
Warga Berdesakan Saat Pembagian Bansos di Kantor Pos Bandung
Salah Sasaran, 77 ASN dan Pensiunan di Solo Peroleh Bantuan Tunai Kemensos
Mensos Targetkan Penyaluran BST Sebelum Lebaran Harus Mencapai 8,3 Juta KK
Rawan Dikorupsi, Pemerintah Disarankan Bentuk Tim Khusus Awasi Dana Covid-19
Ketua KPK: Rakyat Miskin Tidak Masuk DTKS Perlu Diberi Bantuan Sosial

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami