Sebar Konten Rasial soal Papua di Twitter, Pria 40 Tahun di Makassar Ditangkap

PERISTIWA » MAKASSAR | 5 September 2019 11:44 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Tim cyber crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan mengamankan seorang pria berinisial AG (40), warga Kota Makassar di kediamannya, Senin (2/9) malam. Dia adalah pelaku penyebar konten rasial soal Papua melalui media sosial twitter, Kamis (29/8).

Wadir Krimsus Polda Sulawesi Selatan, AKBP Parojahan Simanjuntak mengatakan, awalnya pelaku melihat akun twitter media pemberitaan internasional Al Jazeera News mengupload foto anggota TNI dan Polri mengamankan aksi demonstrasi warga Papua, Rabu (28/9). Akun twitter Al Jazeera itu juga membuat keterangan gambar dalam unggahannya.

"Lalu pelaku AG meretwitt konten tersebut melalui akunnya Agusmatta2, dia membalas dan menambahkan kalimat 'Usir semua mahasiswa dan pemuda Papua kembali ke Papua. Setelah itu kami rakyat NKRI siap tenggelamkan hancurkan' kalimat ini bermuatan kebencian atau permusuhan kelompok, antar golongan atau sara," kata Parojahan Simanjuntak saat merilis pengungkapan kasus penyebaran ujaran kebencian yang melanggar UU ITE ini di Mapolda Sulsel, Kamis (5/9).

Akibat perbuatannya pelaku AG dijerat pasal 45 A ayat (1) junto pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana penjara 6 tahun dan atau denda Rp 1 miliar.

Pelaku mengaku postingan konten rasial itu dilakukan karena terbawa emosi dari postingan twitter media Al Jazeera itu. "Saya tahu sedikit bahasa Inggris jadi paham postingan yang ada di twitter media Al Jazeera. Tapi memang juga ada terjemahannya. Saya terbawa emosional lalu membalas postingan itu. Saya tidak tahu kalau seperti ini akibatnya," kata AG. (mdk/gil)

Baca juga:
Usai Diperiksa Polisi 10 Jam, Zakir Naik Minta Maaf kepada Warga Malaysia
Trump Dituding Pakai Strategi Ujaran Kebencian Demi Menang Pilpres 2020
Dimaki dan ditampar wanita mabuk, pria muslim ini tetap tegar
Immobile murka Balotelli jadi korban rasis tifosi Italia
Akui panggil Evra 'Negro', Suarez ngotot tak rasis
Video ini perlihatkan kebencian warga Prancis terhadap Yahudi
Jadi korban rasisme fans Chelsea, pria ini ingin pelaku dipenjara

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.