Sebarkan Video Provokasi, Koordinator Relawan Prabowo di Aceh Jadi Tersangka

PERISTIWA | 23 Mei 2019 00:03 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Kepolisian menetapkan koordinator relawan Prabowo Sandi Provinsi Aceh Don Muzakir sebagai tersangka terkait video provokasi dan ajakan massa ke Jakarta. Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto mengatakan, yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka sejak Selasa (21/5), dan kasusnya ditangani oleh Polda Aceh.

"Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak kemarin. Sekarang, kasusnya ditangani oleh Polda Aceh. Keterangan lebih lanjut bisa ditanyakan ke Polda Aceh," katanya seperti dilansir dari Antara, Rabu (22/5).

Dia mengungkapkan, bersangkutan disangka menyebarkan video hasutan dan provokasi kepada masyarakat serta ajakan ke Jakarta untuk aksi 22 Mei. Tersangka Don Muzakir dijerat Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana serta Pasal 160 KUHP tentang hasutan melakukan pidana.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono mengimbau jangan ada pergerakan massa ke Jakarta untuk ikut aksi 22 Mei pascapenetapan hasil Pemilu 2019

"Polda Aceh mengimbau berbagai elemen masyarakat di Provinsi Aceh agar tidak ada pergerakan massa ke Jakarta terkait hasil pengumuman dan penetapan hasil Pemilu tahun 2019 oleh KPU Pusat," jelasnya.

Selain itu, kata Kombes Pol Ery Apriyono, Polda Aceh juga mengimbau masyarakat tidak ikut-ikutan dengan aksi yang digelar oleh pihak-pihak tertentu terkait dengan hasil Pemilu 2019.

Ery menyebutkan, hasil pemilu yang telah ditetapkan KPU RI merupakan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Sebab, KPU merupakan lembaga negara yang berwenang melaksanakan pemilu.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa atas apa yang telah ditetapkan KPU RI. Semua yang telah ditetapkan tersebut terbaik bagi rakyat Indonesia dan masyarakat Aceh khususnya," tutupnya.

Baca juga:
Ketua MPR Imbau Jangan Gunakan Kekerasan untuk Selesaikan Masalah
Prabowo-Sandi dan Sejumlah Tokoh Rapat Sikapi Perkembangan Aksi 22 Mei
Sumsel Kondusif, Polisi Pastikan Tak Ada Aksi 22 Mei Seperti di Jakarta
Indosat Ooredoo Batasi Sementara Layanan Telekomunikasi
Kedubes Rusia Ingatkan Warganya di Indonesia Tetap Waspada Sampai Akhir Mei
Perkantoran hingga MRT di Kawasan Thamrin-Bundaran HI Diliburkan
Protes Pemilu, Massa Geruduk Bawaslu Sumut Teriakkan 'Revolusi'

(mdk/fik)