Sebelum Bakar Pesawat, KKB Sempat Ancam Setiap Penerbangan Sipil di Papua

Sebelum Bakar Pesawat, KKB Sempat Ancam Setiap Penerbangan Sipil di Papua
Kelompok bersenjata Papua. ©2017 merdeka.com/istimewa
PERISTIWA | 7 Januari 2021 18:01 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III TNI, Kolonel CZI Gusti Nyoman Suriastawa, menyebutkan massa yang diduga merupakan anggota kelompok bersenjata membakar pesawat terbang nomor registrasi PK MAK di Bandar Udara Nabire. Suriastawa membenarkan ada kejadian pembakaran terhadap pesawat seri PK MAK sesuai yang diberitakan otoritas MAF di Nabire.

"Massa yang ditunggangi KKB melakukan tindakan brutal, kondisi ini diciptakan KKB untuk memberi rasa takut terhadap masyarakat," katanya, dilansir Antara, Kamis (7/1).

Menurut dia, hal ini sebagai tindak lanjut lantaran sebelumnya KKB pernah mengeluarkan pernyataan yang berisi ancaman.

"Pernyataan mengancam ini ditujukan terhadap setiap penerbangan sipil yang ada di wilayah Papua maupun Papua Barat," ujarnya.

Ia menjelaskan, aksinya dimulai dengan dilakukan penembakan terhadap beberapa pesawat sipil termasuk penembakan terhadap pesawat helikopter PT Freeport Indonesia (PT FI) beberapa hari sebelumnya.

"Dan kini dilakukan pembakaran pesawat MAF, sehingga diimbau agar masyarakat jangan mudah terprovokasi keberingasan KKB," katanya.

Ia menambahkan masyarakat diminta tetap tenang dan membantu pemerintah untuk membangun Papua dan Papua Barat agar bisa maju serta sejahtera.

Sebelumnya, pesawat udara nomor registrasi PK MAK milik MAF dijadwalkan terbang menuju Intan Jaya pada pukul 06.00 WIT. Setelah sempat terbang beberapa menit, karena kondisi cuaca buruk maka pesawat tersebut harus kembali ke Nabire.

Setelah cuaca membaik, pesawat kembali diagendakan terbang ke Intan Jaya pada pukul 09.40 WIT. Namun terjadi penumpukan penumpang yang akhirnya masyarakat saling berebutan kursi, akhirnya kelompok bersenjata memprovokasi sampai akhirnya membakar pesawat. (mdk/eko)

Baca juga:
Sedang Lakukan Survei GPS, Helikopter Ditembak OTK di Tembagapura
Polisi Terima Satu Pucuk Senpi Laras Pendek Jenis FN dari Warga Nabire
Catatan Akhir Tahun Komnas HAM: Kekerasan Demonstran, Papua & Penanganan Covid-19
TGPF: Penetapan Tersangka Penembakan Pendeta Yeremia Tunggu Hasil Autopsi
Puspomad Periksa 14 Personel Terkait Penembakan Pendeta Yeremia

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami