Sebelum Beraksi, Pencuri di Medan Melihat Iklan Duka Cita

Sebelum Beraksi, Pencuri di Medan Melihat Iklan Duka Cita
PERISTIWA | 11 Juli 2020 01:03 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Pencuri satu ini memanfaatkan media massa untuk tujuan jahat. Dia melihat iklan duka cita dan beraksi setelah keluarga yang berduka pergi ke balai sosial.

Modus operandi ini terungkap setelah pria bernama Cece (42), warga pinggir rel Jalan Gaharu Baru, Medan, dan Jalan Pendidikan III, Gang Baru Pasar 8 Tembung, Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

"Tersangka ditangkap tim dari Subnit Jatanras Unit Pidum dari rumahnya, Kamis (2/7) sekitar pukul 13.00 WIB," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing, Jumat (10/7).

Selain Cece, petugas juga menangkap Binsar Parlindungan Siagian (49), warga Jalan Jermal XV Gang Sejahtera, Medan. Dia diduga sebagai penadah.

Cece ditangkap berdasarkan laporan dari Edwar (39), warga Jalan Veteran, Kelurahan Gang Buntu, Medan Timur. Pria itu mengadukan rumahnya di Jalan Raksa, Medan Petisah, dibobol maling pada Rabu (16/5) malam.

Saat kejadian rumah Edwar dalam keadaan kosong. Dia dan keluarganya sedang berada di Rumah Sosial/Balai Persemayaman GME Gloria di Jalan Bintang, Medan.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Edwar dan keluarganya pulang ke rumah. Dia terkejut melihat pintu kamar rusak. Isi kamar sudah berantakan. Barang-barang berharga yang disimpannya pun raib, yakni 200 gram emas batangan, uang tunai Rp300 juta, USD20.000 dan SGD4.000.

"Setelah dicek, pelaku masuk ke rumah korban dari lantai 3 dan merusak ventilasi lalu masuk ke lantai 2 dan lantai 1. Tersangka keluar dari rumah korban melewati lantai 3 kembali," jelas Martuasah.

1 dari 1 halaman

Laporan yang dibuat Edwar ditindaklanjuti Satreskrim Polrestabes Medan. Mereka akhirnya mengidentifikasi Cece sebagai terduga pelaku. Pada Kamis (2/7) sekitar pukul 11.00 WIB, keberadaannya terdeteksi di Jalan Besar Pantai Labu, Deli Serdang. Tim Jahtanras pun memburunya.

Beberapa jam kemudian Cece disergap di bengkel sepeda motor di kawasan Jalan Besar Pantai Labu. Setelah diinterogasi, pria ini mengaku melakukan pencurian di Jalan Raksa. Dia melakukannya bersama Faisal alias Etang (DPO).

"Modus operandi pelaku yakni membaca surat kabar atau media cetak tentang berita duka cita, khusus orang Tionghoa. Kemudian mereka mengecek alamat tersebut dan mengintainya, lalu ketika keluarga tersebut pergi ke rumah sosial tempat persemayaman barulah mereka membongkar rumah sasaran dan mengambil barang-barangnya," tegas Martuasah.

Hasil pencurian di rumah Edwar dijual kepada Binsar. Hasilnya dibelikan Cece sepeda motor Honda CBR. Penadah barang curian itu pun ditangkap.

Cece ternyata penjahat kambuhan. Dia pun melakukan pencurian di sejumlah lokasi. "Yang bersangkutan sudah 5 kali masuk penjara dalam kasus pencurian dan narkoba," ucap dia.

Seorang pelaku pencurian lainnya, Faisal alias Etang, masih diburu. Cece sempat dibawa untuk mencari rekannya itu. "Tersangka berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap personel, sehingga personel melakukan tindakan tegas terukur yang mengenai kaki tersangka untuk dapat dilumpuhkan, selanjutnya tersangka di bawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapat pertolongan medis," tegas Martuasah.

Dalam kasus ini, Cece dikenakan pasal 363 KUHPidana. Sementara Binsar dikenakan pasal 480 KUHPidana, karena menadah hasil kejahatan. (mdk/ray)

Baca juga:
Kisah Unik Guru Ngaji di Pamekasan Curi Celana Dalam, Alasannya Bikin Geleng Kepala
Curi Pipa Besi PDAM, 5 Pelaku dan Penadah Dibekuk Polisi
Kelakuan Maling Ini Kebangetan, Bangku Bambu Warga di Pinggir Jalan Juga Diembat
Wayan Sukerta Kuras Uang Tabungan Teman untuk Judi Online
Polisi Amankan Pelaku Penggelapan 5 Mobil Rental di Samarinda

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami