Sebelum Salat Buat Pengumuman Membunuh, Setelah Itu Pelaku Serahkan Diri

PERISTIWA | 9 Oktober 2019 20:08 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Usai membunuh penjaga malam di SPBU Jambearum, Jember, Tumin (55), pelaku Iwan (30) membuat pengumuman lewat pengeras suara masjid. Dia melakukan itu sebelum menjalankan Salat Subuh berjemaah. Sontak para jemaah pun kaget.

Setelah itu, Iwan langsung pergi ke Polsek Puger menyerahkan diri. Polisi telah membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung guna menjalani autopsi.

"Setelah salat subuh, pelaku datang ke polsek. Kemudian, anggota SPKT bersama Unit Reskrim Polsek Puger langsung menuju ke TKP," ujar Kapolsek Puger AKP Ribut Sugiarto saat dikonfirmasi, Rabu (9/10).

Di TKP yakni SPBU Jambearum, polisi menemukan jenazah korban bersimbah darah. "Kejadiannya di depan pintu ruang tamu SPBU. Korban dibacok di kepala bagian belakang. Juga di pipi sebelah kanan yang mengarah ke leher," papar Ribut.

1 dari 1 halaman

Korban Alami Luka Parah

Diduga karena luka yang parah, korban langsung meninggal seketika di lokasi. "Ada lima luka bacok yang kita temukan. "Kita masih mendalami motif pelaku melakukan aksi tersebut," pungkasnya.

Seperti diketahui, pembunuhan itu terjadi di SPBU Jambearum, Puger, Jember, Jawa Timur, dinihari tadi. Beberapa saat setelah melakukan pembunuhan, Iwan justru mengumumkan sendiri aksi sadisnya melalui pengeras suara di masjid.

"Ketika Subuh tadi, Iwan ini tiba-tiba azan di masjid. Lalu salawatan, kemudian mengumumkan bahwa Pak Tumin baru saja meninggal dan sayalah yang membunuh," ujar Elis Suprihatin, tetangga depan rumah korban yang mendengar langsung pengumuman aneh itu, Rabu (9/10).

Sembari mengakui perbuatan dosanya, Iwan tak lupa mendoakan korban Tumin. Ia juga meminta maaf atas perbuatannya itu. "Terus dia bilang begini, semoga segala dosa Pak Tumin diampuni oleh Allah SWT dan aku Iwan minta maaf kepada semua saudaraku di desa ini," papar Elis menirukan ucapan nyeleneh Iwan.

Aksi Iwan rupanya masih berlanjut setelah salat subuh. "Dia menabuh gendang (semacam rebana) milik masjid, sambil teriak-teriak, nggak jelas. Kayak orang gila itu," lanjut Elis. (mdk/did)

Baca juga:
Pakai Pengeras Suara Masjid, Pembunuh Umumkan Aksinya Depan Jemaah Salat Subuh
Jalani Prarekonstruksi, Heru Peragakan Saat Menusuk Sopir Angkot di Depok
Pura-Pura Meninggal, IRT di Muratara Lolos dari Aksi Pemerkosaan
Pembunuhan Sopir Angkot di Cimanggis Depok Dipicu Cinta Segitiga
Olah TKP Selesai, Kasus Kematian Aktivis Walhi di Medan Masih Gelap
Polisi Olah TKP Aktivis Lingkungan Golfrid Siregar di Medan Ditemukan Tewas

TOPIK TERKAIT