Sebuah Rumah di Sleman Dilempar Bom Molotov oleh Orang Tak Dikenal

PERISTIWA | 11 Desember 2019 11:40 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Sebuah rumah di Dusun Pasekan Kidul, RT 01, RW 01, Desa Balecatur, Gamping, Sleman menjadi sasaran pelemparan bom molotov orang tak dikenal pada Rabu (11/12) dini hari. Akibat perusakan ini, kaca jendela di bagian depan rumah pecah.

Selain itu kursi dan gorden di ruang tamu juga turut terbakar karena lemparan bom molotov tersebut. Pemilik rumah, Ngadilah mengatakan bahwa pelemparan bom molotov diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.45 WIB. Saat kejadian, Ngadilah mengaku sudah bangun dari tidur.

"Saya bangun jam 02.00 WIB. Terus ngerebus air dan mandi. Terus jam 02.30 WIB saya salat. Selesai salat dan melipat mukena, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu," ujar Ngadilah.

"Saya tanya, siapa ya? Tapi enggak ada jawaban. Terus ada suara kaca dipecah lalu ada api yang menjilat-jilat," sambung Ngadilah.

1 dari 2 halaman

Ngadilah pun sempat berusaha keluar rumah lewat pintu belakang untuk mengejar pelaku. Namun pelaku langsung melarikan diri dan tak sempat terlihat oleh Ngadilah.

"Pakai motor matik, saya dengar suara motornya. Tapi saya keluar sudah enggak ada orangnya," ungkap Ngadilah.

Ngadilah mengaku selama ini dirinya tak memiliki masalah dengan siapa pun. Bahkan sebelum ada pelemparan bom molotov, Ngadilah mengaku tak ada ancaman dari siapapun.

"Yang rusak kaca depan, gorden kebakar sama kursi ruang tamu," ungkap Ngadilah. (mdk/ray)

Baca juga:
Terekam CCTV, 2 Pelempar Molotov ke Kantor LBH Medan Diburu Polisi
Kantor LBH Medan Dilempar Bom Molotov
Tersangka Pemasok Molotov di Aksi Mujahid 212 Bertambah, Total 11 Orang
Pospol Ahmad Yani Dilempar Molotov Dini Hari Tadi, Pelaku Terlihat Naik Motor
Teror DPP Golkar, Agung Laksono Minta Molotov Tak Dibalas Molotov Lagi

2 dari 2 halaman

Tak Ada CCTV

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Rudy Prabowo mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman atas kasus pelemparan molotov tersebut. Pendalaman ini dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi dan olah TKP.

"Kami masih melakukan pendalaman. Kami sudah memeriksa sejumlah saksi-saksi," ujar Rudy.

Selain memeriksa saksi, polisi berencana memeriksa CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian. Sayangnya, hingga saat ini polisi belum menemukan adanya CCTV di sekitar rumah yang dilempar molotov.

Rudy menjelaskan jika sesaat usai melempar molotov para pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor. Pelaku melarikan diri ke arah selatan rumah.

Rudy menambahkan akibat pelemparan molotov ini rumah Ngadilah mengalami kerusakan di jendela depan. Sebuah kaca depan pecah serta gorden dan kursi tamu terbakar.

Dari pantauan di lapangan pihak kepolisian pun menerjunkan tim Inafis saat melakukan olah TKP. Selain itu lokasi rumah milik Ngadilah pun saat ini telah dipasang garis pengaman polisi.

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.