Sedia Helm Sebelum Gempa

PERISTIWA | 18 November 2019 04:05 Reporter : Wisnoe Moerti

Merdeka.com - Sekolah Dasar (SD) Kalamkudus Ambon punya kebijakan baru. Seluruh siswanya diwajibkan selalu membawa helm pelindung kepala. Tujuannya agar setiap saat bisa digunakan ketika terjadi guncangan gempa bumi tektonik.

"Anak saya yang baru duduk di kelas satu diwajibkan membawa helm pelindung kepala dan selalu diletakan di samping meja belajar," kata salah satu orang tua murid, John Tupan di Ambon, Minggu. Seperti dilansir Antara.

Selain itu, para guru dan pihak yayasan yang bekerja sama dengan BPBD provinsi Maluku juga telah melakukan simulasi bagi para siswa dari seluruh kelas untuk menyelamatkan diri ketika terjadi guncangan gempa.

Penerapan simulasi gempa di SD Kalam Kudus Ambon ini mendapat respon yang positif dari seluruh orang tua murid.

"Ketika terjadi guncangan gempa bumi pada saat jam belajar, guru di kelas langsung memberikan aba-aba kepada siswa menggunakan peluit," katanya.

Bunyi peluit pertama menandakan para murid langsung memasang helm di kepala dan duduk di bawah meja sambil menunggu guncangan berakhir.

Kemudian saat peluit kedua dibunyikan menandakan para murid keluar dari bawah meja dan berjalan mengikuti belakang gurunya meninggalkan ruang kelas menuju tempat terbuka dan langsung keluar bangunan sekolah melalui pintu-pintu gerbang atau pun pintu darurat.

"Praktik seperti ini bertujuan melatih para murid dan guru untuk tidak lari berhamburan secara serempak tetapi mengikuti prosedur penyelamatan diri yang telah diajarkan," ujarnya.

Setelah berada di halaman terbuka, para guru kemudian menggiring seluruh muridnya untuk berjalan menuju titik kumpul di daerah ketinggian yang dirasakan lebih aman.

1 dari 2 halaman

Pengalaman Diguncang Gempa

Ketika terjadi gempa bumi susulan bermagnitudo 5,2 pada 10 Oktober 2019, para siswa SD Kalamkudus dievakuasi para gurunya di halaman kantor Perbendaharaan Negara Karangpanjang Ambon, selanjutnya para orang tua murid dihubungi dan menjelaskan posisi mereka untuk dijemput.

John juga mengharapkan program seperti ini dimasukan secara resmi ke dalam kurikulum pendidikan untuk semua siswa dari berbagai tingkatan agar anak-anak bisa terlatih sejak dini menghindarkan diri dari ancaman bencana alam gempa bumi.

2 dari 2 halaman

Rentetan Gempa di Ambon

Dua hari berselang, Kota Ambon diguncang rentetan gempa dengan kekuatan bervariasi pada Selasa (12/10) malam. Meskipun gempa tidak memicu gelombang tsunami, namun Lima gempa bumi tektonik beruntun itu membuat panik warga.

Situs BMKG merilis, sebanyak lima kali gempa beruntun terjadi pada pukul 19.10.42 WIT dengan magnitudo 5,1. Episenter gempa terletak pada koordinat 3.49 LS dan 128.35 BT , atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 29 km arah timur Laut Kota Ambon, Maluku pada kedalaman 10 km.

Selang waktu delapan menit pukul 19.18.46 WIT gempa kembali mengguncang dengan magnitudo 3.3 dengan lokasi 3.56 LS -128.26 BT, tepatnya di 17 KM timur laut Ambon, 26 KM barat daya Kairatu -SBB pada kedalaman 10 KM.

Gempa ketiga dirasakan 12 menit selanjutnya dengan kekuatan 2.7 pada pukul 19.30.14 WIT, di lokasi 3.75 LS - 128.3 BT, pusat gempa berada di 19 KM timur laut Ambon dan 26 KM selatan Kairatu pada kedalaman 10 KM.

Selanjutnya pukul 19.52.12 WIT gempa dengan kekuatan 3.0 kembali mengguncang pada lokasi 20 KM timur laut Ambon dan 24 KM barat daya Kairatu, lokasi 3.53 LS-128.25 BT kedalaman 10 KM.

Gempa susulan selanjutnya dengan magnitudo 3.5, pukul 19 20:01:43 WIT, Lokasi 3.58 LS-128.27 BT di 16 km timur laut Ambon, 28 km selatan Kairatu-SBB, kedalaman 10 KM.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike Slip). (mdk/noe)

Baca juga:
94 Rumah di Ambon Rusak Akibat Gempa Maluku Utara
BMKG Catat 150 Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Hingga Jumat
Warga Halmahera Barat Trauma Usai Gempa Magnitudo 7,1
Belasan Rumah dan 3 Tempat Ibadah di Maluku Utara Rusak Akibat Gempa
Pengidap Sakit Jantung di Sulut Meninggal Usai Gempa Magnitudo 7,1

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.