Seekor Bangkai Lumba-lumba Hidung Botol Ditemukan di Pantai Pebuahan Bali

Seekor Bangkai Lumba-lumba Hidung Botol Ditemukan di Pantai Pebuahan Bali
Seekor Bangkai Lumba-lumba Terdampar. ©2021 Merdeka.com/Moh Khadafi
NEWS | 16 September 2021 21:29 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Seekor bangkai lumba-lumba jenis hidung botol ditemukan di pesisir Pantai Pebuahan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembarana, Bali, pada Kamis (16/9) siang.

Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Bali, Permana Yudiarso menerangkan bahwa bangkai tersebut adalah lumba-lumba jenis hidung botol.

Penyebab kematian lumba-lumba tersebut diduga karena aktivitas perikanan di laut. Yaitu, terkena jaring nelayan sehingga tersangkut lalu mati.

"Informasi yang kami terima siang jam 12: 06 Wita. Jenis lumba-lumba hidung botol. Kalau dari foto saya perhatikan tidak lengkap lumba-lumbanya ada sirip yang ke potong," kata Yudiarso, saat dihubungi Kamis (16/9).

Lumba-lumba tersebut diperkirakan terdampar di pesisir pantai sudah sejak dua hari yang lalu. Karena, sudah hampir membusuk dan tim di lapangan segera menguburkan bangkai tersebut.

"Kita, belum tahu penyebabnya tapi kalau sirip terpotong itu kemungkinan kena aktivitas perikanan. Ini baru kemungkinan terkena jaring, itu baru dugaan awal saja. Kalau dilihat dari foto yang diterima," ujarnya.

"Bangkai itu sudah agak lama satu atau dua harian. Terkena arus atau gelombang akhirnya ke pinggir sekarang sudah dievakuasi oleh tim di lapangan. Biasanya dikubur," ujar Yudiarso. (mdk/lia)

Baca juga:
Diburu Sejak Awal 2020, 11 Tersangka Pembunuh 5 Gajah di Aceh Jaya Ditangkap
Owa Siamalang Dipelihara Bupati Badung, BKSDA Bali Sebut Ilegal
Viral Pelihara Satwa Dilindungi, Bupati Badung Langsung Serahkan Owa Siamang ke BKSDA
Terancam Punah, Begini Usaha Konservasi Macan Tutul di Pulau Jawa
Tokoh Adat Tegaskan Kematian Ribuan Pipit di Gianyar Tak Ada Kaitan dengan Mistis
Penyebab Kematian Ribuan Burung Pipit di Gianyar Masih Diteliti

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami