Segera jadi ASN Polri, Novel Tegaskan Pencegahan Korupsi Tugas Semua Pihak

Segera jadi ASN Polri, Novel Tegaskan Pencegahan Korupsi Tugas Semua Pihak
Novel Baswedan Bersama Mantan Pegawai KPK. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 7 Desember 2021 14:21 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Novel Baswedan memutuskan menerima tawaran menjadi ASN Polri setelah didepak dari KPK. Novel dari 43 orang lainnya ditugaskan mengawasi dana Covid-19.

Novel menjelaskan alasan memilih berlabuh kembali ke tempat asalnya bertugas. Baginya, setiap warga negara berkewajiban mencegah praktik-praktik korupsi yang merugikan bangsa.

"Bahwa saya sadar tentunya kami tidak mungkin diandalkan untuk mengerjakan sendiri. Saya sadar bahwa kegiatan-kegiatan pencegahan korupsi banyak dilakukan banyak lembaga, ada aparatur pengawasan internal di pemerintahan," tutur Novel di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (7/12).

Novel menegaskan, semangat antikorupsi yang selama ini telah dijaga oleh 57 mantan pegawai KPK diharapkan dapat membawa semangat kebersamaan semua pihak untuk bekerjasama dalam memberantas korupsi.

"Ini bukan kerja satu dua orang. Bukan kerja kami kelompok tersendiri yang seolah-olah bisa mengerjakan sendiri. Kami juga akan tentunya bersama-sama dengan aparatur mau untuk memberantas korupsi dengan cara yang benar, dengan sungguh-sungguh. Demi kepentingan bangsa dan negara," kata Novel.

Sebanyak 44 mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menandatangani kesediaan menjadi ASN Polri. Meski begitu, eks penyidik senior KPK Novel Baswedan menegaskan bahwa bukan berarti hal tersebut membuat masalah penyingkiran pegawai oleh Pimpinan KPK selesai.

"Saya katakan upaya menghambat memberantas korupsi dengan menyingkirkan orang-orang yang bekerja memberantas korupsi dengan baik itu hal yang serius dan kami tetap melihat itu sebagai suatu permasalahan," tutur Novel sebelumnya.

Novel menyatakan, beralihnya eks pegawai KPK ke ASN Polri tidak menghapus sikap pimpinan KPK yang dinilai sewenang-wenang mengeluarkan sebagian jajaran yang terbukti bekerja keras memberantas korupsi.

"Bukan berarti orang yang telah berbuat masalah dengan berbuat melanggar hukum, berbuat sewenang-wenang dengan kemudian menyingkirkan orang-orang yang bekerja baik dalam pemberantasan korupsi dianggap sebagai masalah yang sudah selesai, saya kira tidak demikian," jelas NovelBaswedan.

Namun demikian, Novel memastikan seluruh mantan pegawai KPK yang menandatangani kesediaan menjadi ASN Polri akan bekerja dengan kontribusi maksimal. Meskipun posisinya tidak lagi sebagai penyidik.

"Ketika Kapolri menunjukan kesungguhannya dalam rangka memberantas korupsi dengan lebih optimal dan ingin menggunakan kami, menggunakan kemampuan kami, dan memberikan kesempatan pada kami untuk ikut berkontribusi dalam pemberantasan korupsi fokusnya adalah masalah pencegahan, tentu itu suatu hal yang luar biasa dan kami mengapresiasi untuk ikut terlibat di dalamnya," jelas Novel.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
Novel Ungkap Alasan Gabung jadi ASN Polri: Ingin Kembali ke KPK Berantas Korupsi
Novel Baswedan Cs Ditugaskan Kapolri Mengawal Dana Covid-19
44 Mantan Pegawai KPK Jalani Uji Kompetensi ASN Polri
ICW Minta Kapolri Bentuk Satgas Antikorupsi dan Diisi Eks KPK Novel Cs
IM57+ Nilai Keputusan Novel Cs Jadi ASN Polri juga Bagian dari Perjuangan
Fokus Mengajar, Eks Pegawai KPK Rasamala Aritonang Tak Ambil Tawaran Jadi ASN Polri
Bakal Balik ke Polri, Novel Baswedan Akui Awalnya Pilihan Sulit

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami