Sejak zaman Belanda Kampung Pulo selalu banjir

PERISTIWA | 6 April 2012 06:10 Reporter : Arbi Sumandoyo

Merdeka.com - Banjir yang menggenangi Kampung Pulo, Pondok Labu, Jakarta Selatan awal pekan ini ternyata menguak kisah tersendiri. Menurut salah satu warga, banjir memang kerap datang. Bahkan banjir di wilayah itu sudah ada sejak zaman Belanda.

"Dari Zaman Belanda memang daerah sini sudah sering banjir. Sampai sekarang saya mengalami itu," kata Engkong Rai.

Engkong Rai sekarang ini sudah berusia 83 tahun. Dia menuturkan, dulu wilayah Kampung Pulo adalah sawah dan balong. Sawah-sawah itu dulu menjadi garapan orang asli warga betawi. Sedangkan aliran kali Krukut digunakan sebagai suplai air untuk mengisi persawahan.

"Dari saya lahir, di situ sawah sama balong, air Kali Krukut memang buat mengisi sawah," jelasnya.

Dari sejarah itulah, wilayah Kampung Pulo menjadi luapan Kali Krukut bila musim hujan tiba. Biasanya banjir akan datang setahun tiga kali.

"Dulu banjir setahun cuma tiga kali, bulan Maulud, tahun baru China, sama kalau musim hujan," terang Engkong.

Apalagi, seiring bergulirnya waktu telah terjadi penyempitan di bantaran kali. Penyempitan itulah menjadi salah satu air kali meluap.

Padahal, sejak dahulu Kali Krukut lebarnya lima meter. Tetapi sekarang karena ada bangunan di pinggir-pinggir kali, lebar kali menjadi dua meter.

"Kalau kami telusuri, lebar kali sekarang paling cuma dua meter, padahal dulu kali lebarnya lima meter," ujarnya.

Pada Senin malam awal pekan ini banjir menggenangi beberapa RT di lingkungan wilayah RW 03 Kampung Pulo, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Banjir setinggi satu setengah meter sempat melumpuhkan aktivitas warga di kampung tersebut.

Air sudah mulai surut sejak Rabu pagi. Namun karena hujan mengguyur pada siang hari kemarin, air sempat naik setinggi 50 cm. Tetapi sekarang aktivitas warga sudah kembali normal.

(mdk/has)

TOPIK TERKAIT
BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com