Sejoli Mahasiswa Samarinda Menangis Menyesal Buang Bayi di Semak Belukar

PERISTIWA » MALANG | 31 Januari 2019 19:32 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Polisi tengah hari tadi menggelar reka ulang kasus pembuangan bayi, di Desa Loa Lepu, dengan 2 tersangka sejoli mahasiswa Samarinda, Stevanus Andre Wahyu (19) dan Sarah Walalangi (20). Keduanya menangis usai memeragakan 17 adegan.

Pantauan merdeka.com, mengenakan baju tahanan polisi, Wahyu dan Sarah, turun dari mobil polisi Kijang Innova KT 1595 BG, sekira pukul 12.45 Wita. Keduanya terlihat tenang, meski sesekali sejoli itu menyeka keringat mereka.

Semak belukar tempat pembuangan bayi di Desa Loa Lepu, memang minim dilalui kendaraan. Adegan 9-12, merupakan adegan inti, dimana keduanya mulai masuk ke semak belukar yang berjarak sekira 50 meter dari jalan jalur dua poros Samarinda menuju Tenggarong, menggunakan motor bernomor polisi KT 2592 PZ, dan meletakkan bayi laki-laki usia sehari itu begitu saja.

reka adegan mahasiswa samarinda buang bayi di semak belukar ©2019 Merdeka.com/saud rosadi


Beruntung, warga yang melintas saat buang air kecil berjarak hanya sekitar 5 meter dari lokasi pembuangan bayi itu, mendengar tangis bayi malang itu. Warga itu, lantas memberitahukan warga lainnya.

"Kita menggambarkan, bagaimana kasus ini terjadi hingga ditemukan oleh warga," kata Kanit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang, Ipda Hadi Winarno, ditemui merdeka.com, di sela giat reka ulang, Kamis (31/1).

reka adegan mahasiswa samarinda buang bayi di semak belukar ©2019 Merdeka.com/saud rosadi


Usai 17 adegan, Sarah dan Wahyu menangis tersedu-sedu. Mereka menyesali perbuatan mereka. Apalagi, pekan lalu, keduanya sempat melihat bayi itu digendong sang nenek, terlihat sehat walafiat.

"Iya, ingat anak Pak. Kami baru lihat minggu lalu, dibawa neneknya (ke Polsek)," kata Wahyu, dibenarkan Sarah, sambil menyeka air mata.

reka adegan mahasiswa samarinda buang bayi di semak belukar ©2019 Merdeka.com/saud rosadi


Kuasa hukum kedua tersangka, Masdianto, mengatakan meski perbuatan kedua kliennya salah, namun kliennya siap menghadapi proses hukum. Masdianto memastikan, kliennya sangat kooperatif dengan penyidik, memberikan keterangan yang diperlukan sejak awal.

"Kita ajukan penangguhan. Karena rencana untuk menggelar pernikahan secara adat maupun di gereja," sebut Masdianto.

"Proses mediasi sedang berjalan. Apakah nanti kedua tersangka menikah di Polsek atau di KUA, kita tunggu hasil mediasi nanti," timpal Hadi Winarno.

Diketahui, Stevanus Andre Wahyu (19) dan Sarah Walalangi (20), sejoli mahasiswa di Samarinda, dalam waktu kurang dari 24 jam, ditangkap aparat Polsek Tenggarong Seberang. Keduanya jadi tersangka pembuang bayi laki-laki, yang ditemukan di Desa Loa Lepu, Tenggarong Seberang, Minggu (6/1) sore.

Baca juga:
26 Adegan Reka Ulang Gambarkan Sadisnya Farida Habisi Bayi Baru Dilahirkannya
Kematian Bayi di Indekos Samarinda Terbongkar Saat Ustaz Mau Memakamkan
Mayat Bayi Baru Lahir Ditemukan di Keranjang Sampah
Penyesalan Pasangan Mahasiswa di Samarinda Pembuang Bayi: Saya Mau Rawat Anak Saya
Sejoli Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi Hasil Hubungan di Luar Nikah
Kubur Bayi Baru Dilahirkan, Sepasang Pelajar di Sidoarjo Diringkus Polisi

(mdk/rnd)