Sejoli Pelajar di Jembrana Buang Bayi Baru Lahir di Halaman Panti Asuhan

Sejoli Pelajar di Jembrana Buang Bayi Baru Lahir di Halaman Panti Asuhan
PERISTIWA » MALANG | 30 Oktober 2020 17:01 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Penemuan bayi perempuan di depan Panti Asuhan Giri Asih, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, membuat warga setempat heboh. Bayi mungil itu, ditemukan di halaman Panti Asuhan, pada Rabu (28/10) lalu sekitar pukul 03.30 Wita.

Selanjutnya, warga melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian dan akhirnya polisi berhasil mengungkap pelaku pembuang bayi malang tersebut. Mereka yang membuang yakni sejoli pelajar SMA di Melaya, berinisial PR (17) dan RP (16).

"Si ibu karena takut diketahui orang tentang kelahiran anaknya. Tidak lama sesudah melahirkan menempatkan anaknya atau meninggalkannya dengan maksud untuk melepaskan diri (dari tanggung jawab)," kata Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita, Jumat (30/10).

Ia juga menyampaikan, kedua pelaku tidak ditahan karena usianya masih di bawah umur.

Kronologi kejadian bermula pada Selasa (7/10) sekitar pukul 22.00 Wita, ibu bayi atau pelaku sakit perut kemudian pada Rabu (28/10) sekira pukul 01.00 Wita melahirkan di kamar mandi rumahnya dengan posisi duduk di sebelah kloset.

Setelah melahirkan, dia menelepon pacarnya yang datang sekitar pukul 02.30 Wita. "Yang awalnya bayi tersebut digendong oleh pelaku (si ibu). Namun setelah datang (pacarnya) bayi tersebut dimasukkan ke dalam tas ransel selanjutnya diserahkan ke (pacarnya). Mereka pergi dengan berbocengan," imbuh AKP Yogie.

Kemudian, kedua pelaku sempat berhenti di tempat sepi di mana pacarnya mengajaknya untuk membawa bayi itu pulang ke rumahnya. Namun ibu bayi menolak dan tetap ingin membawanya ke Panti Asuhan.

Selanjutnya, setelah sampai di Panti Asuhan pacarnya menunggu di atas sepeda motor sedangkan si ibu masuk ke dalam halaman Panti Asuhan dan menaruh tas ransel yang berisikan bayi itu. Kemudian, pada pagi dini hari ditemukan oleh warga dan bayi tersebut masih dalam keadaan hidup.

Polisi yang langsung melakukan penyelidikan kemudian melakukan penangkapan di rumah kedua pelaku.

Selain itu, diketahui kedua pelaku awalnya memiliki hubungan pacaran sejak bulan Agustus 2019 kemudian putus pada bulan Juni 2020.

"Bayi sudah dikembalikan ke orang tuanya setelah dirawat di (puskesmas)," ujar AKP Yogie. (mdk/bal)

Baca juga:
Warga Palembang Temukan Bayi Laki-laki di Tempat Buang Sampah Liar
Mayat Bayi dengan Tali Pusar Terpisah Ditemukan Warga di Area Jogging Track
Pria Ini Berniat Jual Bayinya Seharga Rp30 Juta, Alasannya Bikin Miris
Bayi Ditemukan di Kali Cipinang, Polisi Kejar Pelaku
Orok Bayi Ditemukan di Depan Hotel, Diduga Sempat Terlindas Mobil
Pemulung di Boyolali Temukan Bayi Dibuang di Bawah Gorong-Gorong

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami