Sekda DKI soal Food Street di Pulau Reklamasi: Izinnya Sambil Berjalan

PERISTIWA | 24 Januari 2019 17:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan untuk perizinan usaha di Food Street di Pulau D reklamasi atau Pantai Maju, Jakarta Utara dapat menyusul. Pulau D sempat disegel oleh Gubernur DKI Anies Baswedan beberapa waktu lalu.

"Iya nanti (izinnya) sambil jalan," kata Saefullah di Balai Kota, Jakarta Pusat (24/1/2019).

Dia menyebut kawasan Pantai Maju merupakan area terbuka yang dapat diakses oleh masyarakat. Sehingga pihaknya tak mempersoalkan adanya area kuliner tersebut.

Menurut Saefullah, dengan adanya kawasan bisnis kuliner dapat menumbuhkan perekonomian dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Yang penting tertib, indah, ada orang butuh juga gitu lho terhadap makanan itu. Nanti dicatatkan, ditata kelola," ucapnya.

Tak hanya itu, Saefullah juga menyebut pelalu bisnis kuliner tersebut akan dibina dan dikontrol oleh Dinas UMKM DKI Jakarta. Apalagi bila kawasan tersebut sudah mulai ramai pengunjungnya.

"Membina ya, itu ada penataan, kontrol makanan. Jangan sampai mengandung macam-macam, pengawet, pewarna itu kan berbahaya," jelasnya.

Sebelumnya, terdapat video yang beredar yang menunjukan suasana Food Street di kawasan Pantai Maju saat malam hari. Beberapa kendaraan roda empat pun tampak parkir di depan ruko-ruko.

Para pengunjung juga tampak menikmati hidangan yang disajikan oleh beberpa penjual. Tak hanya itu, di area Food Street juga disediakan panggung musik yang menemani pengunjung.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta memutuskan menyegel Pulau D yang dikelola PT Kapuk Naga Indah, ada perusahaan Agung Sedayu Group.

Pantauan di lapangan, 7 Juni 2018, penyegelan dibantu tiga ratus personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mereka dibagi menjadi lima regu. Lebih kurang ada 929 bangunan di Pulau D Reklamasi. Bangunan itu juga kini tak bisa digunakan lagi.

Pada 5 Desember 2018, Anies membantah Pulau D tak pernah disegel. Sebab yang disegel, kata Anies, cuma bangunannya. "Itu maksudnya, segel sudah sudah (dicabut), bangunan yang dulu disegel," ujar Anies di Festival Media Digital Pemerintah 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (5/12).

Baca juga:
Anies Baswedan Ogah Kunjungi 'Food Street' di Pulau Reklamasi
Jawaban Anies Soal Adanya Aktivitas Bisnis di Pulau Reklamasi
Deretan Terobosan Anies Baswedan Setahun Pimpin Jakarta
Anies: Pantai Kita-Maju Menjadi Milik Semua Warga Jakarta
Saran Fraksi NasDem DKI Soal Kelanjutan Proyek Tanggul Raksasa
Anies Dinilai Terjang Aturan Karena Tugaskan Jakpro Kelola Pulau Reklamasi

(mdk/ded)