Sekda Minta Kasus Pembobolan Bank DKI Diusut Tuntas

PERISTIWA | 21 November 2019 17:40 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Polda Metro Jaya masih mendalami kasus pembobolan Bank DKI oleh belasan anggota Satpol PP. Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, mengaku sangat kecewa dengan peristiwa itu mengingat Bank DKI sebagai BUMD.

"Karena kita juga merasa kecewa sekali ya. Cari uangnya begitu susah, masa begitu mudah juga dijebol oleh mereka," kata Saefullah di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (21/11).

Dia mengaku, belum mendapatkan laporan secara langsung dari Bank DKI terkait pembobolan itu. Terlepas dari itu, dirinya meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut.

"Saya rasa harus diusut tuntas dan harus diberikan law enforcement yang berat," jelasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir, menyatakan 12 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI yang diduga terlibat dalam pembobolan duit di mesin ATM Bersama dengan media kartu ATM DKI telah dipecat.

"SK (Surat Keputusan) pemberhentian atau pemecatannya sudah kami keluarkan sejak Rabu (19/11/2019) kemarin," kata Chaidir saat dihubungi, Kamis (21/11/2019).

Dia menjelaskan alasan pemecatan itu untuk memudahkan penyelidikan. Sebab 12 anggota tersebut masih berstatus pegawai tidak tepat atau kontrak.

Sedangkan bila berstatus pegawai tetap, pemecatan dilakukan setelah adanya keputusan hukum tetap atau inkrah. Selain itu, kata Chaidir, anggota Satpol PP yang dipecat tidak mendapatkan pesangon.

"Berdasarkan BAP, dari Satpol PP yang kami terima, bahwa pelanggaran yang mereka lakukan itu kategori berat, sehingga pemerintah melakukan pemecatan," jelasnya.

Sebelumnya, Petugas Satpol PP di Jakarta Barat berinisial MO diperiksa Polda Metro Jaya karena diduga terlibat kasus pencucian uang melalui Bank DKI sebesar Rp 32 miliar. Diduga, MO melakukan aksi tersebut tidak seorang diri, namun bersama dengan beberapa rekannya yang lain.

Dikabarkan bahwa telah terjadi pengambilan uang dalam jumlah tak wajar oleh beberapa orang oknum petugas Satpol PP melalui mesin ATM Bersama dengan media kartu ATM Bank DKI.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: liputan6.com

Baca juga:
Dalami Kasus Pembobolan Bank DKI, Polisi Minta Keterangan Sejumlah Saksi
Diduga Bobol ATM Sampai Miliaran, 12 Anggota Satpol PP Dipecat
September 2019, Bank DKI Salurkan Kredit UMKM Rp 1,4 Triliun
Anies Minta Satpol PP yang Terlibat Pembobolan Bank DKI Rp32 M Dibebastugaskan
Petugas Satpol PP Jakbar Diduga Bobol Bank DKI Rp32 Miliar
Anies Persilakan Anggota DPRD DKI Gadai SK Penetapan ke Bank DKI
Selama Tak Langgar Aturan, PKS Persilakan Anggota DPRD DKI Gadaikan SK

(mdk/lia)