Sekjen Gerindra: Bangsa Indonesia Berutang kepada NU

Sekjen Gerindra: Bangsa Indonesia Berutang kepada NU
Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani. ©2019 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra
PERISTIWA | 7 Maret 2021 23:18 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebutkan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang saat ini dirasakan tidak lepas dari campur tangan para ulama, kiai, dan Nahdlatul Ulama (NU).

Hal tersebut disampaikan Muzani saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tangerang yang juga di hadiri Ketua Harian PBNU Kiai Haji Marsudi Suhud pada Minggu (7/3).

"Kita bersyukur kepada Tuhan, NU dalam sejarahnya tanpa diminta selalu hadir di tengah-tengah kehidupan bangsa," ujar Muzani yang juga Wakil Ketua MPR.

Sebagai bangsa yang majemuk dan berbhinneka sesungguhnya Indonesia rawan perpecahan. Karena masyarakat Indonesia yang berpenghuni di berbagai pulau, memiliki banyak etnis, ras, bahasa, dan agama. Hal tersebut sangat berpotensi untuk pecah dan terbelah.

"Tetapi para ulama dan kiai NU tidak pernah berhenti dalam menyebarkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Dalam sejarah nya, para ulama dan kiai selalu menebarkan persatuan, persaudaraan, dan persahabatan di tengah-tengah kehidupan bangsa," tambahnya.

Karena itu kata Muzani, bangsa Indonesia berutang kepada NU. Bangsa ini bisa tetap bersatu sehingga masyarakat tenteram, dan tenang karena perjuangan banyak pihak, dan salah satu pihak yang tidak boleh dilupakan adalah ulama, kiai yang tergabung dalam NU.

"Perjuangan para ulama dan kiai dalam memperjuangkan persatuan, perdamaian, persaudaraan tidaklah mudah. tantangannya berat. mereka kerap disalahpahami, salah arti, bahkan di-bully oleh sejumlah pihak."

"Namun para kiai, tidak pernah berhenti dan tidak pernah berputus asa untuk terus menebarkan persatuan dan kesatuan bangsa, dan hasilnya sekarang kita rasakan"

Ahmad Muzani memberikan contoh beberapa bangsa yang saat ini perang saudara memperebutkan kekuasaan, "Lihatlah banyak Negara yang saat ini saling bertikai, seperti Yaman, Afghanistan, Libya, Suriah, negara-negara tersebut hidup tidak tenang dan tidak ada pembangunan."

"Tugas kita saat ini adalah bagaimana agar keberkahan turun dalam kehidupan bangsa kita. Maka para kiai pun mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak selawat, zikir, yasinan," tegas Muzani.

Dia menambahkan, tugas NU tidak akan pernah berhenti, memberikan ketenangan dalam kehidupan bagi masyarakat Indonesia. "Inilah utang kita, utang bangsa Indonesia kepada NU, utang bangsa Indonesia kepada para ulama dan kiai, karena itu hidup-hidupkan lah selalu NU," pungkas Muzani. (mdk/bal)

Baca juga:
98 Kiai dan Tokoh NU Jatim Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya
98 Kiai dan Tokoh NU Jawa Timur Divaksinasi Covid-19
Kolaborasi Telkomsel & NU Hadirkan Program Jaga Nilai Keindonesiaan dan Kerohanian
320 Kiai dan Nyai NU Meninggal Akibat Covid-19
Mahfud MD Ungkap Tiga Pilar Membangun Indonesia
Perbedaan NU dan Muhammadiyah yang Perlu Diketahui, Berikut Penjelasannya

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami