Sekjen PDIP Bedah Pemikiran Geopolitik Soekarno terhadap Pertahanan Negara

Sekjen PDIP Bedah Pemikiran Geopolitik Soekarno terhadap Pertahanan Negara
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 18 Mei 2022 19:55 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memaparkan disertasi pemikiran geopolitik Proklamator Soekarno dalam ujian prapromosi tertutup di Universitas Pertahanan, Kamis (18/5). Disertasi Hasto berjudul "Diskursus Pemikiran Geopolitik Soekarno dan Relevansinya terhadap Pertahanan Negara".

"Temuan penelitian terkait tradisi intelektual Soekarno, teori pemikiran geopolitik Soekarno yang saya sebut sebagai geopolitical co-existance, relevansi geopolitik terhadap pertahanan melalui model structural equation model (SEM), yang menampilkan korelasi pertahanan dengan tujuh variabel geopolitik Soekarno. Yaitu demografi, teritorial, sumber daya alam, militer, politik, koeksistensi damai, sains dan teknologi, dan kepentingan nasional sebagai variabel intervening," kata Hasto dalam keterangannya, Rabu (18/5).

Hasto menemukan secara kritis posisi teori geopolitik Soekarno terhadap teori geopolitik klasik dan kontemporer.

Dia melihat, pemikiran geopolitik Soekarno bisa menjadi alternatif solusi persoalan geopolitik. Misalkan saja untuk memecahkan isu di Laut Cina Selatan, Timur Tengah, hingga perang Rusia-Ukraina.

"Pemikiran Geopolitik Soekarno terhadap pertahanan bertujuan bagi tata dunia baru yang bebas dari penjajahan. Teori geopolitik Soekarno bisa menjadi pandangan khas Indonesia dan alternatif solusi terhadap berbagai persoalan geopolitik saat ini, baik ketegangan di Laut Cina Selatan, Timur Tengah, maupun sebagai pisau analisis terhadap perang Rusia-Ukraina," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Hasto mengatakan, pengaruh pemikiran Soekarno terhadap dunia juga sangat besar. Terutama atas pelaksanaan Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Nonblok yang telah ikut merubah sistem internasional.

"Pemikiran geopolitik Soekarno sangat relevan di dalam membangun kekuatan pertahanan negara dan kepemimpinan Indonesia bagi dunia," jelas Hasto.

Hasto Kristiyanto akan mengikuti ujian promosi terbuka pada 6 Juni 2022 mendatang. Dalam disertasi ini, penguji eksternal antara lain Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Evi Fitriani, MA, Ph.D, Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof Komarudin, MSi, Guru Besar dari Trisakti Prof Pantja, dan dari internal antara lain Mayjen TNI Dr. Joni Widjayanto, Prof Drs. Anak Agung Banyu Perwita, Prof Irdam Ahmad, dan Dr. Herlina Juni Risma Saragih.

Disertasi itu dipromotori dipromotori Prof Purnomo Yusgiantoro, Co-Promotor I Laksdya TNI Prof Dr. Ir. Amarulla Octavian sekaligus Rektor Unhan, dan Co-Promotor II Letjen TNI (Purn) Dr. I Wayan Midhio. (mdk/ray)

Baca juga:
Puan Sebut Capres Jangan Modal Ganteng, PDIP: Bukan Sindiran, Respons Aspirasi Rakyat
Jokowi Tiga Periode: Mungkin tapi Mustahil
PDIP Soal Koalisi dengan NasDem: Dalam Politik Tidak Ada yang Mutlak
Demo Mahasiswa 11 April, Sekjen PDIP: Jangan Salah Alamat
Soal Isu Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, PDIP Yakin Jokowi Taat Konstitusi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami