Sekjen Ungkap Intervensi Lukman Saifuddin dalam Seleksi Kakanwil Kemenag Jatim

PERISTIWA | 12 Juni 2019 17:33 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Cholis, membenarkan ada intervensi Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, terkait seleksi calon Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanudin. Hal itu dia ungkap saat menjadi saksi untuk terdakwa Haris.

Cholis mengatakan, bentuk intervensi Lukman yakni tidak mengindahkan surat rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) agar tidak meloloskan Haris dalam tahapan seleksi.

Haris sedianya tidak lolos persyaratan administrasi karena pernah terkena sanksi sedang berupa penundaan kenaikan jabatan selama lima tahun dan baru menjalani masa sanksi tersebut tiga tahun.

Cholis menambahkan, Lukman tahu adanya surat rekomendasi tersebut tetapi tetap memerintahkan panitia seleksi memasukkan nama Haris. Alasannya pernah menjabat sebagai Pelaksana tugas Kakanwil Kemenag Jatim dan mengetahui kompetensinya.

"Saya sudah hitung, meskipun risikonya disuruh membatalkan," kata Cholis menirukan pernyataan Lukman, Rabu (12/6).

Perintah Lukman memasukkan Haris ke daftar calon Kakanwil Kemenag Jatim juga tidak disetujui beberapa anggota panitia seleksi. Hanya saja penolakan tersebut tidak berpengaruh.

Guna mengakali agar Haris lolos seleksi, Cholis yang juga menjadi Ketua Panitia Seleksi memberikan nilai tinggi terhadap makalah Haris.

"Kebetulan saya belum beri nilai makalah, sehingga saya memberikan nilai makalah lebih tinggi," kata Cholis.

Diketahui Haris didakwa menyuap anggota DPR 2014-2019 sekaligus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi berupa uang Rp 325 juta.

Haris juga disebut dalam surat dakwaan memberi uang dengan total Rp 70 juta kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin agar lolos seleksi pencalonan Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim. Sejatinya, Haris tidak lolos persyaratan administrasi.

Lukman, atas perintah Romi sebagai atasan struktural partai, membuat Haris lolos seleksi dan terpilih sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim. Bahkan dalam satu pertemuan, Lukman mengatakan siap pasang badan untuk Haris.

Atas pernyataan tersebut, Haris memberi Rp 50 juta kepada Lukman.

Beberapa hari kemudian Haris kembali merogoh kocek Rp 20 juta untuk diserahkan kepada Lukman melalui Herry Purwanto sebagai bagian komitmen fee yang telah disiapkan.

Atas perbuatannya, Haris didakwa telah melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Baca juga:
KPK Siap Buktikan Aliran Suap yang Diterima Menag Lukman
Menteri Agama: Idul Fitri Memperkuat Ikatan Persaudaraan
Menteri Agama Bantah Terima Rp 70 Juta dari Mantan Kakanwil Kemenag Jatim
KPK akan Buktikan Menag Lukman Terima Suap Rp 70 Juta di Kasus Jual Beli Jabatan
Jaksa Beberkan Menag Terima Rp70 Juta dari Mantan Kakanwil Kemenag Jatim
Jaksa Ungkap Menag dan Rommy Intervensi Pengisian Jabatan di Kemenag
Tentukan Tanggal Idul Fitri, Kemenag Gelar Sidang Isbat 3 Juni

(mdk/lia)