Selain Manajemen RS UMMI, Rizieq Syihab Kemungkinan Bakal Diperiksa Polisi

Selain Manajemen RS UMMI, Rizieq Syihab Kemungkinan Bakal Diperiksa Polisi
Kapolres Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser. ©2020 Merdeka.com/Nur Habibie
PERISTIWA | 29 November 2020 17:32 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polisi akan memanggil manajemen dan pegawai Rumah Sakit UMMI Bogor pada Senin (30/11). Pemanggilan ini terkait laporan yang masuk di Polres Kota Bogor, Jawa Barat. Tidak menutup kemungkinan, pimpinan FPI Rizieq Syihab juga bakal dipanggil.

Untuk diketahui, Satgas Covid-19 Kota Bogor melaporkan pihak RS UMMI Bogor ke polisi. Pelaporan ini buntut tidak dilaporkannya hasil tes Covid-19 terhadap Rizieq Syihab yang sempat menjalani perawatan di sana. Pihak RS diduga menghalangi upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan tidak memberikan data.

"Iya semua yang terkait dengan itu mulai dari direktur kemudian dokter yang menangani, perawat maupun suster, siapa pun lah dia yang berkaitan dengan hasil pemeriksaan seperti itu," ujar Kapolres Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser kepada wartawan, Minggu (29/11).

Tak hanya memanggil pihak RS UMMI saja, Polisi tak menutup kemungkinan akan memanggil pimpinan FPI Rizieq Syihab.

"Termasuk juga nanti penegakan hukum ini tidak menutup kemungkinan HRS pun akan kita panggil kalau memang dalam hasil pemeriksaan tersebut ada keterlibatan beliau dalam hal menghalang-halangi penyebaran wabah penyakit menular ini," tegasnya.

Sejumlah saksi yang rencananya akan diperiksa tersebut yakni, Hanif Alatas pihak keluarga, dr. Andi Tatat selaku Direktur Utama RS UMMI, Najamudin Direktur Umum RS UMMI, Sri Pangestu Utama dan Direktur Pemasaran RS UMMI.

Lalu, dr. Rubaedah, Direktur Pelayanan RS UMMI, dr. Zacki Faris Maulana Manajer RS UMMI, Fitri Sri Lestari perawat RS UMMI, Rahmi Fahmi Winda Perawat RS UMMI, dr. Hadiki Habib Koordinator Mer-C dan dr. Mea koordinator Mer-C.

Kapolres menyebut, untuk hari ini, Minggu (29/11) pihaknya telah memeriksa pihak pelapor. "dr Johan, Satgas Covid-19 Kota Bogor (diperiksa hari ini)," sebut Hendri.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menjelaskan, pihak RS Ummi tidak memberi penjelasan utuh terkait pengambilan tes swab terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab.

Menurut Bima, tes swab terhadap Rizieq dilakukan secara tertutup dan tanpa koordinasi, sehingga Pemkot Bogor memilih untuk melapor ke Polresta Bogor Kota.

"Kami bekerja sama dengan kepolisian. Ini bagian dari kesepakatan bahwa saat pengambilan swab, semua harus sesuai prosedur dan aturan," kata Bima.

"Sekarang sedang didalami oleh kepolisian, siapa saja yang ada di situ. Kan harus ada sanksinya juga," tegas Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor itu.

Baca Selanjutnya: Penjelasan RS UMMI...

Halaman

(mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami