Selain Sekjen PDIP, KPK Panggil Dua Anggota KPU Terkait Kasus Wahyu Setiawan

PERISTIWA | 24 Januari 2020 10:57 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hasto rencananya akan dimintai keterangan seputar kasus dugaan suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait pergantian antar-waktu anggota DPR priode 2019-2024.

Selain Hasto, tim penyidik juga memeriksa dua Komisioner KPU, yakni Hasyim Asy'ari dan Evi Novida Ginting. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Saeful Bahri.

"Saksi Evi, Hasyim dan Hasto diperiksa untuk tersangka SAE (Saeful)," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (24/1).

1 dari 1 halaman

KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta.

Reporter: Fachrur Rozie (mdk/ray)

Baca juga:
Sekjen PDIP Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Suap PAW Anggota DPR
Soal Pelaporan Yasonna, KPK Pilih Fokus Cari Harun Masiku
Bohong Soal Harun Masiku, Menkum HAM Yasonna Laoly Dilaporkan ke KPK
MAKI Gugat KPK Karena Belum Tetapkan Tersangka Baru Kasus Suap Wahyu Setiawan
Polisi Belum Temukan Keberadaan Harun Masiku

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.