Selain Suap, Bowo Sidik juga Didakwa Terima Gratifikasi

PERISTIWA | 14 Agustus 2019 12:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Anggota Komisi VI DPRRI Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso, juga didakwa menerima suap sebesar USD 163.733 dan Rp 311 juta dari Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Taufik Agustono dan anak buahnya Asty Winasty yang merupakan Manager Marketing PT HTK.

Tak hanya itu, Bowo juga disebut dalam dakwaan menerima suap dari Dirut PT Ardila Insan Sejahtera (Persero), Lamidi Jimat sebesar Rp 300 juta. Selain suap, Bowo juga didakwa menerima gratifikasi berupa uang tunai sejumlah SGD 250 ribu, SGD 200 ribu, SGD 200 ribu, SGD 50 ribu dan
Rp 600 juta.

"Telah menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya," ujar jaksa KPK di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).

Jaksa menyebut, Bowo menyimpan uang gratifikasi senilai total USD 700 ribu itu dalam lemari pakaian kamar pribadinya yang beralamat Jalan Bakti, Kav. 2, Cilandak Timur, Jakarta Selatan.

Menurut jaksa, pada sekitar awal tahun 2019, Bowo meminta bantuan Ayi Paryana menukarkan uang sejumlah SGD 693 ribu ke dalam mata uang Rupiah. Bowo menyerahkan uang kepada Ayi secara bertahap sebanyak 7 kali.

"Total penyetoran uang SGD yang disetorkan terdakwa kepada Ayi Paryana adalah sebesar SGD 693 ribu dengan konversi Rupiah (kurs SGD Rp10.410,00) menjadi Rp 7.189.011.000,00," kata Jaksa.

Selain itu, Terdakwa juga mengirimkan uang yang telah diterima sebelumnya
dari PT HTK kepada Ayi dengan cara ditransfer pada tanggal 11
Maret 2019 sebanyak dua kali. Yakni Rp 640 juta, dan Rp 200 juta.

Sehingga total uang yang diserahkan terdakwa kepada Ayi sebesar Rp 8.029.011.000,00. Kemudian, pun menukarkan uang tersebut ke bentuk pecahan Rp 20 ribu.

Kemudian Ayi mengantarkan uang tersebut ke kantor PT Inersia dan diterima oleh anak buah Bowo di PT Inersia bernama Indung secara bertahap sebanyak 8 kali. Setiap satu kali pengiriman sebesar Rp 1 miliar.

"Sehingga keseluruhan uang yang dibawa oleh Ayi adalah Rp 8 miliar yang terbagi ke dalam pecahan Rp 20 ribu untuk kebutuhan kampanye Terdakwa sebagai calon anggota DPR dapil Jawa Tengah," kata Jaksa.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com

(mdk/lia)