Selama 2018, 37.362 hektar lahan di Sumsel terbakar

PERISTIWA | 2 November 2018 22:01 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Berdasarkan data yang diterbitkan Dinas Kehutanan, terdapat 37.362 hektar lahan di Sumatera Selatan terbakar selama siaga Karhutla 2018. Kebakaran hutan dan lahan tersebar di 10 dari 17 kabupaten dan kota di provinsi itu.

Karhutla terluas berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan luas 19.408 hektar, disusul Banyuasin (5.812 hektar), Muara Enim (4.404 hektar), Ogan Ilir (3.577 hektar), dan Musi Rawas (1.776 hektar).

Kemudian Musi Banyuasin dengan luas 1.646 hektar, Penukal Abab Lematang Ilir (289 hektar), Musi Rawas Utara (192 hektar), Palembang (178 hektar), dan karhutla dengan luasan paling sedikit berada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur di angka 79 hektar.

Kepala Bidang Pencegahan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori mengungkapkan, daerah terluas karhutla disebabkan kondisinya lahan gambut sangat luas dan kering. Sehingga sulit dipadamkan jika terbakar. Karhutla sangat rentan terjadi seiring datangnya musim kemarau setiap tahunnya.

"Itu catatan kita di tahun ini. Kemungkinan bertambah meski tidak signifikan karena luasannya relatif kecil," ungkap Ansori, Jumat (2/11).

Dia menjelaskan, selama siaga karhutla tahun ini dioperasikan 13 unit helikopter untuk waterbombing. Helikopter itu tercatat melaksanakan penerbangan sebanyak 1.173 kalo dan waterbombing sebanyak 27.097 kali.

"Untuk waterbombing ada sekitar 103 juta liter air yang ditumpahkan ke lokasi kebakaran," ujarnya.

Selain itu, dilakukan juga teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan. Empat unit pesawat diturunkan dengan 120 kali penerbangan dan menebar garam semai di langit Bumi Sriwijaya sebanyak 123.520 kilogram.

"Belum lagi ribuan personel dari BPBD, kepolisian, TNI, Manggala Agni, dibantu relawan yang tergabung dalam tim darat. Mereka berhadapan langsung dengan api saat kebakaran terjadi," terangnya.

Dia menambahkan, dengan berakhir dan dicabutnya status siaga karhutla pada 1 November 2018, seluruh operasional pemadaman dihentikan dan satgas dikembalikan ke instansi masing-masing. Jika karhutla tetap terjadi, dibebankan kepada pemerintah daerah setempat untuk menanganinya.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi karhutla seiring datangnya musim hujan di penghujung tahun ini walaupun belum merata," pungkasnya.

Baca juga:
3 Korporasi dan 5 perorangan diduga terlibat kasus karhutla di Sumsel
Sengketa Karhutla, JJP nilai kesaksian Bambang Hero banyak kejanggalan
BNPB sudah lakukan 14 kali water bombing, api Gunung Merbabu belum padam
Kebakaran hutan di Gunung Merbabu meluas, banyak pipa air putus
Kebakaran hutan di lereng Gunung Sumbing semakin meluas
PT Musim Mas beri hadiah Rp 25 juta untuk 4 desa bebas api

(mdk/fik)