Selama Fase AKB, Lapas Sukamiskin Tetap Tak Terima Besuk

Selama Fase AKB, Lapas Sukamiskin Tetap Tak Terima Besuk
PERISTIWA | 6 Agustus 2020 03:30 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin memilih tidak melonggarkan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 di fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Mereka rutin melakukan test kepada tahanan yang baru masuk maupun yang lama sekaligus belum mengizinkan kunjungan atau besuk dari luar.

Kepala Lapas Sukamiskin, Thurman Hutapea mencontohkan, mantan Bupati Indramayu, Supendi yang baru divonis Pengadilan Negeri Bandung dengan hukuman 4 tahun 6 bulan karena kasus korupsi senilai Rp 3,9 miliar harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Sebelum eksekusi masuk tahanan pun Supendi harus memiliki surat sudah menjalani Swab Test dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuannya, menekan potensi penyebaran virus corona.

"Dari KPK, harus melampirkan hasil sw‎ab. Kita kan enggak tahu gimana di luar. Setelah itu jalani isolasi mandiri selama 14 hari," katanya di Kantor Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Rabu (5/8).

Kebijakan ketat pun berlaku bagi tahanan lama yang keluar dari lingkungan lapas untuk keperluan persidangan. Ia mencontohkan mantan Wali Kota Bandung, Dada Rosada dan Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Edi Siswadi.

Mereka harus menjalani rapid test saat pergi hingga pulang setelah menjadi saksi di persidangan kasus korupsi ruang terbuka hijau (RTH).

Di samping itu, kunjungan atau jam besuk dari luar pun masih belum diperbolehkan. Kebijakan ini pun sudah pula mendapat persetujuan dari para tahanan yang menghuni lapas.

"Karena keluarga dari seluruh wilayah Indonesia, ada yang zona merah juga takut. Satu saja terkontaminasi, itu bisa berbahaya. Disiasatinya pakai video call," pungkasnya. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami