Selama masa mudik Lebaran, terjadi 10 kali kasus pelemparan kereta api

Selama masa mudik Lebaran, terjadi 10 kali kasus pelemparan kereta api
PERISTIWA | 29 Juni 2018 03:31 Reporter : Abdul Aziz

Merdeka.com - Insiden pelemparan batu ke kereta api, percobaan pencurian dan kecelakaan terjadi selama masa angkutan Lebaran PT KAI Daop 5 Purwokerto, dari Selasa (5/6) hingga Selasa (26/6). Insiden terbanyak, yakni 10 pelemparan batu ke kereta api.

Dari sepuluh insiden pelemparan batu, aparat keamanan menangkap empat pelaku. Tiga pelaku telah diproses hukum. Sedang satu pelaku teridentifikasi mengalami gangguan jiwa.

Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, untuk kasus pencurian terjadi di Stasiun Bumiayu. Kasus ini masih dalam penanganan polisi.

Barang tertinggal di wilayah Daop 5, tercatat 33 kejadian. 28 di antaranya sudah dikembalikan kepada pemiliknya. Rata-rata barang penumpang yang tertinggal berupa handphone, tas, makanan dan pakaian.

"Kebanyakan barang tertinggal di hall pada saat pemesanan tiket. Atau handphone yang tertinggal di KA saat isi baterai, atau jatuh dari saku," kata Ixfan, Kamis (28/6).

Masa angkutan lebaran juga diwarnai kecelakaan. Data Daop 5, tujuh kali peristiwa temperan di wilayah Cilacap, Banyumas dan Kebumen. "Korban alami luka berat," ujarnya. (mdk/cob)


Masa operasional kereta api tambahan Lebaran diperpanjang
Korban tewas kecelakaan selama mudik lebaran di Sumsel naik
Musim mudik usai, tol fungsional Solo-Salatiga dan Sragen-Ngawi ditutup
8 Kecelakaan terjadi di Tol Salatiga-Ngawi selama arus mudik dan balik
Pemerintah klaim masyarakat lebih mudah mudik Lebaran 2018
Arus balik H+9 Lebaran menuju Bali masih terlihat ramai

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami