Selamatkan Garuda, Erick Thohir Tak Ingin Ada Monopoli Pasar Penerbangan

Selamatkan Garuda, Erick Thohir Tak Ingin Ada Monopoli Pasar Penerbangan
Erick Thohir. istimewa ©2022
NEWS | 26 Januari 2022 20:31 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Menteri BUMN, Erick Thohir begitu getol mengupayakan penyelamatan Garuda Indonesia. Erick ingin Garuda bisa menjadi penyeimbang pasar agar tidak ada monopoli persaingan pasar penerbangan.

"Kasus Garuda adalah kasus yang sudah lama, tetapi permasalahannya kita rela enggak kalau Garuda ini tidak diselesaikan, akhirnya ada monopoli penerbangan nasional," ujar Erick Thohir, saat di Jakarta, Rabu (26/1) seperti dikutip Antara.

Proses restrukturisasi utang Garuda Indonesia sebesar Rp189 triliun telah memasuki tahap negosiasi dengan lessor (perusahaan penyewa pesawat) melalui skema Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Jika terjadi monopoli pasar penerbangan maka akan berdampak simultan terhadap sejumlah sektor bisnis lainnya. Termasuk berdampak pada pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

"Kalau monopoli penerbangan terjadi, akhirnya tiket (pesawat) jadi mahal, kalau tiketnya jadi mahal berarti banyak orang memilih tidak bepergian, akhirnya industri pariwisata tidak berkembang, kalau industri pariwisata tidak berkembang, UMKM juga tidak punya sumber penghasilan," kata Erick Thohir.

Sejauh ini Erick Thohir berhasil melakukan negosiasi untuk memulihkan keuangan Garuda Indonesia. Restrukturisasi Garuda Indonesia mencapai lebih dari 50 persen.

Hingga Januari 2022, empat lessor yang memberikan persetujuan tersebut. Sementara, tiga lessor lainnya pada tahap negosiasi. Secara keseluruhan ada 35 lessor yang dibidik pemerintah. (mdk/rhm)

Baca juga:
Kejagung Periksa Empat Petinggi Garuda Usut Dugaan Korupsi
Erick Thohir Bahas Permasalahan Perusahaan BUMN di Depan Komisi VI DPR
4 Lessor Garuda Indonesia Setujui Restrukturisasi Utang
Dirut Garuda Diperiksa Kejagung Sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pembelian Pesawat
Erick Thohir soal Bersih-Bersih BUMN: Bukan Berarti Kita Senang Penjarakan Orang

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami