Semangat Warga Solo Ikut Gerakan Gotong Royong Donor Plasma Konvalesen

Semangat Warga Solo Ikut Gerakan Gotong Royong Donor Plasma Konvalesen
Warga Solo donor plasma konvalesen. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 22 Juli 2021 11:51 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang juga Ketua DPC PDIP Solo menginisiasi Gerakan Gotong Royong Donor Plasma Konvalesen. Gerakan tersebut dimaksudkan untuk membantu kesembuhan pasien Covid-19 yang membutuhkan bantuan plasma konvalesen.

"Kegiatan ini sudah kita mulai hari Minggu (18/7) kemarin dengan screening di Joglo Pucangsawit. Aksi kemanusiaan ini akan kita lakukan terus untuk membantu PMI dalam menyediakan pendonor," ujar Rudy, sapaan akrabnya, Kamis (22/7).

Rudy mengatakan, saat ini jumlah pasien Covid-19 yang membutuhkan plasma konvalesen meningkat tajam. Sehingga tidak bisa tercukupi oleh pendonor yang ada.

"Tanggal 29 Juli nanti kita akan adakan screening lagi untuk menjaring para pendonor plasma di Solo," katanya.

Rudy mengajak warga Solo, dan para kader PDIP untuk menyumbangkan plasma darahnya. Karena masih banyak pasien Covid-19 yang membutuhkan.

"Satu pendonor akan bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Apalagi donor plasma ini adalah bagian dari iman kita untuk membantu sesama yang terpapar Covid-19, tanpa melihat agama, ras dan golongan," katanya.

Wakil Ketua Kaderisasi dan Ideologi DPC PDIP Solo YF Sukasno menyampaikan, kegiatan Gerakan Gotong Royong Donor Plasma Konvalesen diinisiasi dan diikuti oleh kader PDIP dan masyarakat umum di Solo.

"Kegiatan ini atas instruksi Ketua DPC Bapak FX Hadi Rudyatmo, dalam rangka bulan Bung Karno. Kalau dulu donor darah biasa, sekarang ini kelanjutannya Gotong Royong Donor Plasma Konvalesen," katanya.

Sukasno menjelaskan, pada screening pertama yang dilakukan di Pucangsawit hari Minggu lalu, diikuti 84 penyintas atau orang yang pernah terpapar virus corona. Dari jumlah tersebut 34 penyintas dinyatakan lolos untuk diambil darahnya.

"Hasil screening ada 34 yang lolos. Tapi hanya 24 orang saja yang lolos donor plasma," katanya.

Menurut Sukasno, pengambilan donor plasma tak bisa langsung dilakukan saat screening di Pucangsawit. Namun harus dilakukan di PMI Solo. Mengingat peralatan yang digunakan harus steril.

"Pengambilan plasma kita lakukan mulai hari Rabu (21/7) kemarin, sampai jari Kamis ini," ucapnya.

Sukasno menambahkan, diperlukan edukasi kepada para penyintas agar mereka menyadari pentingnya donor plasma. Mengingat banyak sekali warga atau pasien terpapar Covid-19 yang membutuhkan uluran tangan mereka.

"Perlu edukasi, karena ada yang masih takut, ada yang habis vaksinasi, selain itu ada yang berat badannya kurang," jelasnya.

Sejumlah warga mengaku senang bisa menyumbangkan plasmanya untuk membantu sesama. Seperti dikemukakan Sigit, peserta donor dari PDIP Ranting Purwodiningratan, PAC Jebres. Sigit mengaku baru sekali ini melakukan donor plasma konvalesen. Namun ia juga mengaku sering melakukan donor darah ke PMI.

"Rasanya biasa, tidak sakit. Buat saudara-saudara yang penyintas Covid-19, mari kita sama-sama gotong/royong menyumbangkan plasma kita untuk saudara-saudara kita agar sembuh seperti sedia kala," katanya.

Pendapat senada disampaikan Agus Yulianto, warga Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres. Agus mengaku baru pertama kali mengikuti donor plasma. Ia pun mengajak warga lainnya untuk berbuat baik kepada sesama melalui donor plasma.

"Monggo teman-teman, mumpung masih hidup kita berbuat baik kepada sesama. Dengan cara mendonorkan plasma buat membantu sesama manusia. Tidak membedakan suku, ras, agama dan keyakinan," tuturnya.

CEO PMI Solo Sumartono Hadinoto menambahkan saat ini antrean pasien yang membutuhkan plasma konvalesen mulai berkurang cukup banyak. Hal tersebut dikarenakan pasien sudah membawa pendonor dari keluarga masing-masing.

"Memang mulai berkurang, karena info dari beberapa rumah sakit, pasien juga sudah mulai menurun, atau pasien semua sudah bawa pendonor ke PMI," terang Sumartono.

Pihaknya saat ini juga sudah membantu menyiapkan tambahan mesin apheresis. Enam mesin di antaranya dapat beroperasi Jumat besok, dan akhir bulan akan ada tambahan satu mesin lagi.

"Tiap mesin sehari dapat mengambil plasma pendonor 12 - 13 pendonor. Jadi kalau semua pasien dapat pendonor, PMI akan dapat membantu setelah semua lolos 2 hari antrian teratasi," pungkas Sumartono. (mdk/cob)

Baca juga:
Banyak Permintaan Plasma Konvalesen, PMI Permudah Syarat Pendonor
Bahu Membahu Donor Plasma Konvalesen Untuk Pasien Covid-19
CEK FAKTA: Penjelasan Terkait Pesan Berisi Nomor Kontak Penyedia Plasma Konvalesen
Delapan Syarat Pendonor Konvalesen
Terapi Plasma Konvalesen Diharapkan Bisa Atasi Pandemi Covid-19
Terapi Plasma Konvalesen Tergantung Faktor Dosis, Kadar Antibodi dan Waktu Pemberian

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami