Semburan Awan Panas Merapi Sebabkan Hujan Abu di Boyolali dan Magelang

PERISTIWA | 9 November 2019 23:04 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Agus Wibowo meminta masyarakat untuk tetap tenang seiring terjadinya erupsi Gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta-Jawa Tengah, Sabtu (9/11).

"Meski terjadi erupsi, warga juga dilaporkan oleh BPBD setempat tetap beraktivitas seperti biasa," kata Agus dalam siaran pers yang diterima di Jakarta.

Dia mengatakan abu tipis terdistribusi di beberapa wilayah sekitar lereng Gunung Merapi. Warga yang tinggal di Tlogo Lele, Kabupaten Boyolali dan di Kabupaten Magelang.

Sejumlah wilayah di Magelang yang diselimuti hujan abu adalah di Desa Babadan, Kecamatan Dukun dan Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan. Sedangkan warga di wilayah Turi, Pakem dan Kota Yogyakarta tidak melihat adanya abu vulkanik.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan terjadi awan panas letusan Gunung Merapi pada Sabtu pukul 06.21 WIB.

Awan panas letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 65 mm dan durasi kurang lebih 160 detik. Terpantau kolom letusan setinggi 1.500 meter dari puncak condong ke barat.

PVMBG masih merekomendasikan jarak bahaya tiga kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

"Terkait adanya hujan abu tipis, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik, seperti menggunakan masker saat di luar rumah," kata Agus.

Baca juga:
Semburan Awan Panas Merapi Disebabkan Gas yang Terakumulasi
Awan Panas Letusan Merapi Dipicu Akumulasi Gas Vulkanik
Gunung Merapi Letuskan Awan Panas Setinggi 1.500 Meter
Gunung Merapi Kembali Tenang Usai Hembuskan Awan Panas Letusan
Semalam, Gunung Merapi Keluarkan 2 Kali Awan Panas Guguran
Kena Awan Panas, Satu Kamera Pemantau Gunung Merapi Rusak

(mdk/cob)