Sempat Buron, 2 Pejabat RSUD Andi Makkasau Tersangka Korupsi Menyerah

PERISTIWA » MAKASSAR | 14 Agustus 2019 23:58 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare berinisial MY (57) dan bendahara TR (36), menyerahkan diri ke Kejati Sulsel, Rabu (14/8). Keduanya sempat buron kurang lebih sebulan usai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Rp 3,4 miliar akhir Juni lalu.

MY dan TR malam ini dalam perjalanan ke Kota Parepare menyusul rekannya, MS (57) yang lebih dulu diamankan dan sudah ditahan kurang lebih 20 hari di Rutan Parepare status titipan Kejari Parepare. MS adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di kegiatan pengadaan obat, alat dan bahan habis pakai.

"Jadi MS diambil di rumahnya kurang lebih 20 hari lalu karena berkali-kali mangkir dari pemanggilan untuk pemeriksaan. Demikian juga dengan MY dan TR, karena mangkir dan keberadaan tidak jelas akhirnya ditetapkan sebagai DPO. Hari ini keduanya menyerahkan diri," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parepare, Andi Darmawangsa kepada wartawan di kantor Kejati Sulsel.

Dijelaskan, dugaan kerugian negara di kasus ini senilai Rp 3,4 miliar dari APBD tahun 2016-2017. Setelah keluarnya Surat Perintah Membayar (SPM) untuk Pedagang Besar Farmasi (PBF), dana itu kemudian dicairkan namun MY memerintahkan MS dan TR untuk menyerahkan Rp 3,4 miliar kepadanya. Dana itu tidak diserahkan ke PBF melainkan diserahkan ke MY dan dipergunakan bukan peruntukan.

"Dana Rp 3,4 miliar diserahkan MS dan TR ke MY untuk kepentingan pribadinya," kata Andi Darmawangsah.

Soal diapakan uang dengan nilai sebesar itu, dia tidak merinci. Demikian juga soal tersangka MS dan TR, tidak dijelaskan apakah turut menikmati dana itu atau tidak.

"Secepatnya kita proses dan selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Makassar," terangnya. Tiga tersangka ini dijerat pasal 2 atau pasal 3 atau pasal 8 UU Tipikor No 31 tahun 1999.

(mdk/cob)

TOPIK TERKAIT