Sempat Dicoret dari Daftar, Mahasiswi Unsri Korban Pelecehan Seksual Jalani Yudisium

Sempat Dicoret dari Daftar, Mahasiswi Unsri Korban Pelecehan Seksual Jalani Yudisium
Mahasiswi Unsri korban pelecehan seksual dosen akhirnya jalani yudisium. ©2021 Merdeka.com/Irwanto Djasman
NEWS | 3 Desember 2021 19:48 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Setelah menerima banyak desakan, dekanat Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang akhirnya memperbolehkan mahasiswi diduga korban pelecehan seksual mengikuti yudisium. Sebelumnya, korban sempat dicoret dari daftar peserta yudisium.

Presiden Mahasiswa Unsri Dwiki Sandi menjelaskan, korban yang belakangan diketahui berinisial F mengikuti yudisium Fakultas Ekonomi pada kloter dua, Jumat (3/12) siang. Seyogianya dia masuk dalam kloter satu pada pagi hari tetapi namanya hilang dari daftar.

"Alhamdulillah, berkas perjuangan dan desakan banyak pihak, (korban) tadi diyudisium kloter siang," ungkap Dwiki.

Dari informasi yang diterimanya, keputusan yudisium itu setelah dekanat dan seorang perwakilan rektorat menggelar rapat mendadak. Sebab, pencoretan F dari daftar peserta yudisium tadi pagi terlanjur menyebar luas.

"Ya, dekanat dan rektorat tadi rapat dadakan," ujarnya.

Presma sendiri belum mendapat informasi dan keterangan dari kampus terkait alasan penghapusan nama F dari daftar peserta yudisium yang kemudian dialihkan ke kloter kedua. Pihaknya sudah melayangkan surat konfirmasi namun tak kunjung mendapat respon dari dekanat dan rektorat.

"Kalau memang benar kurang administrasi, kenapa semalam ada namanya dan tiba-tiba paginya tidak ada, terus ada lagi namanya. Berarti administrasinya lengkap dan korban pun bilang lengkap," terangnya.

Saat nama korban dihapus, muncul beragam spekulasi, di antaranya pihak Unsri diduga tidak mendukung penuh proses penyelidikan di kepolisian terkait laporan korban atau justru bermaksud menutupi perilaku kekerasan seksual di lingkungan kampus.

"Saya sendiri tidak mau berandai-andai, teman-teman atau masyarakat bisa menilainya sendiri kenapa demikian," pungkasnya.

Alasan penghapusan nama korban lalu dimasukkan kembali ke daftar peserta yudisium belum diketahui dengan pasti. Hingga saat ini, merdeka.com belum mendapat konfirmasi dari rektorat Unsri. Sejumlah petinggi kampus itu tak ada merespons sudah dihubungi. (mdk/yan)

Baca juga:
Mahasiswi Unsri Diduga Korban Pelecehan Seksual Dosen Dicoret dari Daftar Yudisium
Polisi Sita HP, Terungkap Dosen Unsri Ajak Mahasiswi untuk Hubungan Badan
Dosen Unsri Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Mahasiswi Mangkir Panggilan Polisi
Cegah Kekerasan Seksual, Ini yang Dilakukan 2 Kampus di Palembang
Polisi Temukan Lokasi Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri Palembang Berubah
Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri Diperiksa Polisi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami