Sempat diprotes, Pemkot Depok turunkan reklame 'Mie Ranjang 69'

PERISTIWA | 16 September 2016 16:18 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Setelah ramai diberitakan soal unsur pornografi dalam nama 'Mie Ranjang 69', kini giliran papan reklame usaha itu diturunkan petugas. Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kota Depok menurunkan reklame milik Ramen Jangar (Ranjang) 69 di Jalan Komjen M Jasin, Kelapa Dua Depok. Alasannya, pengusaha belum mengantongi izin.

Izin dimiliki hanya Izin Mendirikan (IMB). Sementara itu kedai Mie Ranjang hanya menyewa bangunan.

Kasie Penertiban Distarkim Kota Depok Elves Robelo mengatakan, Ramen Jangar 69 ini belum memiliki izin pemasangan reklame. Makan itu pihaknya menurunkan papan reklame tempat makan itu. "Karena tidak ada izin reklamenya, ya turunkan," kata Elves, Jumat (16/9).

Untuk dapat dipasang kembali maka pihak manajemen kedai harus mengurus semua izin. Setelah itu baru reklame boleh dipasang kembali. "Kalau izin sudah ada ya pasang lagi," katanya.

Pemilik Mie Ramen Jangar 69, Rizka Rahman Sidiq, mengaku sudah mematuhi aturan yang ada. Saat ini proses perizinan masih diurus. "Saya siap mematuhi peraturan daerah. Toh, kami di sini ingin selalu berhubungan baik bahkan bersinergi bersama pemerintah. Adapun harus diturunkan kami tidak apa-apa," kata Rizka.

Sementara itu, Pengelola Ramen Jangar 69, Rizal mengatakan, ada dua permasalahan sebenarnya sebabkan reklame itu diturunkan. Pertama, masalah pajak dan konten nama Mie Ramen Jangar 69. Sebenarnya dari nama tersebut juga sudah diganti, dari sebelumnya 'Mie Ranjang 69' menjadi 'Mie Ramen Jangar 69'. "Untuk nama sudah clear, dan terkait pajak dan izin usaha dalam proses," terang Rizal.

(mdk/ang)

TOPIK TERKAIT