Sempat Ditolak, Wartawan Korban Intimidasi Kadispora Tangsel Melapor Polisi

Sempat Ditolak, Wartawan Korban Intimidasi Kadispora Tangsel Melapor Polisi
Kadispora Tangerang Selatan, Entol Wiwi Martawijaya. ©2021 Merdeka.com/Kirom
NEWS | 22 Juni 2021 19:36 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Yudi Wibowo, wartawan korban intimidasi dan kekerasan verbal Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tangerang Selatan, Entol Wiwi Martawijaya melaporkan peristiwa intimidasi dan kekerasan yang dialaminya ke Mapolres Tangsel, Selasa (22/6).

Laporan Polisi itu tertuang dalam Laporan bernomor: LP/B/744/VI/2021/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA.

"Saya mengapresiasi sikap Polres Tangsel yang merespons laporan yang kami sampaikan," terang Yudi Wibowo, korban pelapor, di Mapolres Tangsel.

Yudi menegaskan, laporan yang ditindaklanjuti oleh Polres Tangsel itu, merupakan langkah yang harus diambil, agar sikap arogansi narasumber yang dapat mengancam kebebasan pers bisa diproses secara hukum.

"Saya berharap dari laporan ini, bisa ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum dan menjadi pelajaran buat kita semua," ucap wartawan media kabar6.com itu.

Sebelumnya Yudi mendapat ancaman dari Kadispora Tangerang Selatan, Entol Wiwi Martawijaya, bahkan nyaris terjadi pemukulan. Peristiwa terjadi ketika para wartawan tengah menanti hasil pemeriksaan penyidik Kejari Tangsel, terhadap sejumlah orang di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga Tangsel, Selasa (22/6).

Saat itu Entol dan Kepala Bidang Dispora Ucok Siagian, baru saja keluar dari ruang penyidik Kejari Tangsel atas pemeriksaan kasus dana Hibah KONI Tangsel tahun anggaran 2019.

Saat berjalan menuju tempat parkir kendaraan, pejabat Kadispora tersebut, ditanyai sejumlah wartawan terkait hasil pemeriksaan Kejari terkait dana Hibah KONI tahun anggaran 2019 itu.

"Males saya sama teman-teman (wartawan). Banyak yang goreng-goreng," ucap Entol sambil berjalan dari gedung Kejari menuju parkiran.

Sambil berjalan ke arah mobilnya, Entol kemudian menanyakan kepada para wartawan yang ada, dengan menyebutkan nama Yudi Babe, wartawan yang aktif memberitakan isu dugaan pidana korupsi tersebut.

"Mana namanya si Yudi Babe?, oh gua sikat lu (sambil mengarahkan kepalan tangannya ke arah Yudi)," ucap Kadispora Emosi.

"Bapak galak amat," tanya Yudi.

"Emang galak," sambil terus mendebat Yudi dan meninggalkan wartawan. (mdk/bal)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami